Hari ini Ganjil-Genap Berlaku, Ini Alasan Pemprov Jakarta

"MRT, Transjakarta, LRT kami sudah siapkan. Kami akan kerahkan seluruh armada yang ada untuk back up kebijakan Ganjil Genap"

BERITA | NASIONAL

Senin, 03 Agus 2020 09:47 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Hari ini Ganjil-Genap Berlaku, Ini Alasan Pemprov Jakarta

Sosialisasi ganjil genap gage di bundaran HI, Jakarta, Minggu (02/08). (Antara/Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta- Kebijakan ganjil-genap (Gage) di DKI Jakarta kembali diterapkan mulai Senin (03/07) ini. Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan kembali Gage ini dilakukan karena pembatasan yang selama ini dianjurkan, tidak berjalan efektif.

Kata dia, volume kendaraan di Jakarta belakangan ini justru lebih besar ketimbang sebelum masa pandemi. Di Jalan Jenderal Sudirman misalnya. Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata kendaraan yang melintas per hari berkisar 127 ribuan. Namun di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, justru melonjak hingga 145 ribuan per hari.
Kata Syafrin, ganjil-genap kembali diterapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota.
"Dengan kondisi ini terlihat bahwa upaya Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat-pusat kegiatan itu seolah-olah belum efektif berjalan. Dan di dalam Pergub (Nomor) 51 juga sudah disebutkan bahwa dalam situasi tertentu, ada dua emergency brake yang bisa diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, salah satunya adalah (penerapan) ganjil-genap," kata Syafrin di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, padatnya lalu lintas di Jakarta bisa berdampak pada sulitnya antarorang untuk menjaga jarak. Ini juga menjadi gambaran masih banyak orang yang beraktivitas di tengah anjuran bekerja dari rumah. Ia menduga kepadatan ini akibat dari belum efektifnya sistem pembagian sif kerja di DKI.

Ia mengatakan, sejak Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ditiadakan pada 14 Juli lalu, praktis Pemprov DKI tidak memiliki instrumen untuk membatasi pergerakan orang. Oleh karena itu, kata Syafrin, Pemprov DKI memilih penerapan ganjil-genap sebagai langkah membatasi pergerakan orang.

Ia menyebut telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan penumpang di moda transportasi. Seluruh armada transportasi umum akan dikerahkan seiring dengan berlakunya kembali ganjil-genap.

"MRT, Transjakarta, LRT kami sudah siapkan. Kami akan kerahkan seluruh armada yang ada untuk back up kebijakan Ganjil Genap besok," jelasnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17