Minyak Pertamina Cemari Laut, Kiara: Harus Ada Sanksi Tegas

"Kami berpikir memang bukan hanya sanksi administratif ya, harusnya memang pencabutan (izin)."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 02 Agus 2019 13:55 WIB

Author

Astri Septiani, Adi Ahdiat

Minyak Pertamina Cemari Laut, Kiara: Harus Ada Sanksi Tegas

Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak Pertamina di Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). (Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar)

KBR, Jakarta- Sumur minyak Pertamina di perairan Karawang, Jawa Barat, bocor. Puluhan ribu barel minyak mentah pun luber dan mencemari lautan.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menilai kasus ini tak bisa sekedar diselesaikan dengan pembayaran uang "ganti rugi". Pemerintah diminta memberikan sanksi tegas untuk Pertamina.

“Kompensasi belum tentu setara dengan kerusakan yang disebabkan. Kami berpikir memang bukan hanya sanksi administratif ya, harusnya memang pencabutan (izin). Dalam konteks ini, apa mungkin tidak lagi diberikan izin untuk melakukan pengeboran minyak? Misalkan seperti itu," kata Sekjen Kiara Susan Herawati kepada KBR, Kamis (1/8/2019). 

Baca Juga: Periksa Pertamina

Selain perlu dikenai sanksi tegas, Kiara juga menegaskan Pertamina harus memulihkan wilayah yang tercemar.

"Selain merestorasi wilayah pesisir yang terdampak, Pertamina wajib memulihkan perairan yang tercemar oleh tumpahan minyak dan memastikan nelayan bisa kembali melaut," jelas Susan.

Ia juga meminta Pertamina memperhatikan kesehatan masyarakat terdampak. Sebab, menurut pantauan Susan, udara di sekitar lokasi tumpahan minyak itu berbau sangat menyengat, menyebabkan sesak napas, dan limbahnya membuat kulit gatal-gatal.

Susan meminta pemerintah membentuk tim investigasi independen yang terdiri dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komnas HAM, perwakilan LSM, serta akademisi dan ahli untuk menulusuri kasus ini.


Pertamina: Kami Akan Bertanggung Jawab

Di kesempatan terpisah, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Syamsu berjanji akan bertanggung jawab atas kasus tumpahan minyak ini.

"Kami bertanggung jawab atas segala akibat dari oil spill yang telah mengganggu aktivitas masyarakat di sana," kata Dharmawan, seperti dikutip Antara, Jumat (2/8/2019).

Pertamina menegaskan mereka sudah mendatangi kantor KKP untuk membahas langkah-langkah penanganan tumpahan minyak.

"PT Pertamina tetap mengutamakan komitmen dalam melaksanakan perlindungan atas keselamatan karyawan dan masyarakat termasuk dampak lingkungan di tempat beroperasi," tambah Dharmawan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

"Kami akan sampaikan perkembangannya kepada Bapak Gubernur (DKI Jakarta) dan media massa minggu depan," ujar Fajriyah. 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.5: Kuliah di Iran, Cerita dari Bahesty Zahra

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17