Bupati Jayawijaya: Ada Baku Tembak di Pasar Jibama Papua

"Masyarakat jangan terpancing isu yang nanti mengatakan bahwa masyarakat ditembak. Ini dia (KKSB) menggunakan senjata api maka dilumpuhkan."

BERITA , NASIONAL , NUSANTARA

Jumat, 23 Agus 2019 16:03 WIB

Author

Adi Ahdiat, Dian Kurniati

Bupati Jayawijaya: Ada Baku Tembak di Pasar Jibama Papua

Prajurit Kostrad saat tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 325 personil Kostrad ditugaskan membantu pengamanan Papua Barat dari aksi protes warga terkait Rasisme. (Foto: ANTARA/Olha Mulalinda)

KBR, Jakarta - Bupati Jayawijaya John Richard Banua mengonfirmasi ada baku tembak antara aparat dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) di Pasar Jibama, Kab. Jawawijaya, Papua, Jumat (23/8/2019).

"Sudah pasti pelaku dari pihak KKSB karena itu orang yang tidak dikenal selama ini," kata Bupati John kepada Antara, Jumat (23/8/2019).

Menurut Bupati John, seorang anggota KKSB sempat menodong masyarakat di sekitar pasar, sebelum akhirnya ditembak mati oleh aparat. Bupati pun mengimbau publik untuk tenang.

"Masyarakat jangan terpancing isu yang nanti mengatakan bahwa masyarakat ditembak. Ini dia (KKSB) menggunakan senjata api maka dilumpuhkan," katanya.


Baca Juga:

Kominfo Blokir Internet di Papua, Publik Sulit Dapat Fakta

LBH Jakarta: Kasus Pelanggaran HAM Papua Sering Dikaburkan  


Ada Pasukan Tambahan di Papua

Sebelum baku tembak ini diberitakan, pemerintah pusat sudah terlebih dulu mengirim tambahan ratusan personel militer ke Papua dan Papua Barat.

Pengiriman pasukan dilakukan setelah terjadinya kerusuhan di sejumlah wilayah Papua beberapa hari lalu, yang terkait protes diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya (16/8/2019). 

"Kita menginginkan penambahan kekuatan dalam rangka masyarakat itu biar tenang. Karena masyarakat di Papua kan banyak. Bukan hanya Papua saja. Masyarakat etnis-etnis yang lain kan juga banyak. Makanya semua warga yang ada di Papua harus merasa aman," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Bagaimana Kedaulatan Perempuan atas Tanah bila RUU Pertanahan Disahkan?

Kabar Baru Jam 13

Penolakan RUU Pertanahan di Hari Tani