Asap Karhutla Sumatera Cemari Langit Malaysia

"Kita lihat, wow, Kuala Lumpur berkabut. Kita tersadar ini bukan kabut biasa, tapi kabut asap. Kemungkinan dari Indonesia."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Agus 2019 14:50 WIB

Author

Anggun R. Alifah

Asap Karhutla Sumatera Cemari Langit Malaysia

Asap kebakaran lahan gambut di Muarojambi, Jambi, Kamis (1/8/2019). Menurut pantauan satelit BMKG ada 264 titik panas di Pulau Sumatera, 53 titik di antaranya berada di Provinsi Jambi. (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan)

KBR, Jakarta- Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla) di Sumatera sudah sampai ke Malaysia.

Departemen Meteorologi Malaysia (MET) menyebut kabut asap itu muncul di empat kota.

“Berdasarkan prakiraan kami, pergerakan kabut asap dari Sumatera sudah berdampak di Kuala Lumpur, Selangor, Putrajaya dan Penang,” kata Kepala Operasional Departemen Meteorologi Malaysia (MET) Muhammad Helmi Abdullah, seperti dikutip dari World of Buzz, Rabu (31/7/2019).

Baca Juga: Sepanjang 2019, Luas Kebakaran Hutan Sudah 530 Kali Lapangan Monas

Hal serupa dilaporkan Lisna (34), perempuan Indonesia yang bekerja di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Malaysia. Menurut dia, kabut asap itu juga sudah sampai ke kota Johor Baru, Malaysia, sejak Rabu (31/7/2019).

"Kemarin saya pergi ke luar untuk pergi makan siang bersama teman-teman. Kita lihat, wow, Kuala Lumpur berkabut. Kita tersadar ini bukan kabut biasa, tapi kabut asap. Kemungkinan dari Indonesia," kata Lisna, Kamis (1/8/2019).

"Terus tadi pagi juga, pas jalan ke kantor, kelihatan masih tebal kabut asapnya. Menurut kabar, di Johor Baru juga sudah mulai aware untuk pakai masker, karena jarak pandang sudah mulai pendek," tambahnya.

Lisna juga mengatakan kabut asap ini membuat asma temannya kambuh, hingga ia harus menggunakan inhaler.

Editor: Adi Ahdiat/Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas