Suap PN Jakpus, 3 Kali Mangkir KPK Cari Upaya Hadirkan Eddy Sindoro

"Penyidik akan melakukan upaya-upaya lain untuk bisa menghadirkan dia sebagai saksi karena saat ini keberadaannya masih di luar negeri."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Agus 2016 17:00 WIB

Author

Randyka Wijaya

Suap PN Jakpus, 3 Kali Mangkir KPK Cari Upaya Hadirkan Eddy Sindoro

Ilustrasi:Doddy Aryanto Supeno terdakwa OTT Suap PN Jakpus. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan Eddy Sindoro sedang berada di luar negeri. Chairman PT Paramount Enterprise International itu tercatat telah tiga kali mangkir dari panggilan KPK. Ia akan diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati mengatakan Eddy Sindoro telah berada di luar negeri sebelum dicegah.

"Eddy Sindoro memang sudah tiga kali dipanggil dan tidak ada keterangan. Penyidik akan melakukan upaya-upaya lain untuk bisa menghadirkan dia sebagai saksi karena saat ini keberadaannya masih di luar negeri. Dia sebelum dicegah sudah ada di luar negeri," kata Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Selasa (09/09/2016).

Eddy Sindoro telah dicegah ke luar negeri atas permintaan KPK. Masa pencegahan itu akan habis dua bulan lagi.

Kata dia, KPK mungkin saja melakukan penjemputan paksa terhadap Eddy Sindoro. Meski begitu, Yuyuk belum memberitahu kapan Eddy Sindoro akan dijemput paksa.

Nama Eddy Sindoro sering disebut dalam persidangan dengan terdakwa Eks Petinggi Lippo, Doddy Aryanto Supeno. Eddy Sindoro disebut sebagai pihak yang menyetujui pemberian uang kepada Edy Nasution untuk mengurus perkara sejumlah perusahaan yang berafiliasi dengan Lippo.

Perkara yang terungkap di persidangan antara lain pengajuan penundaan aanmaning (peringatan pada tergugat) dari PT Metropolitan Tirta Perdana dan pendaftaran peninjauan kembali (PK) yang telah jatuh tempo dari PT Across Asia Limited. Edy Nasution disangka menerima uang sebesar Rp 150 juta dari pengurusan perkara tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap