Mendikbud Tetap Garap Full Day School, Ini Materinya

Sebelumnya presiden meminta mendikbud untuk mempercepat perumusan strategi kebudayaan nasional

BERITA | NASIONAL

Rabu, 31 Agus 2016 18:32 WIB

Author

Ade Irmansyah

Mendikbud Tetap Garap Full Day School, Ini Materinya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah) usai menyambangi Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan segera mempercepat perumusan strategi kebudayaan nasional dengan mengacu pada Trisakti. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi usai memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ke Istana Presiden, Jakarta, Rabu (31/08/2016).

"Karena memang sekarang kan induknya di Kemendikbud, maka kami segera ditugasi untuk merumuskan itu. Kan idealnya kebudayaan itu memayungi seluruh sektor. Ada payung besar kebudayaan nasional kita yang mengarah pada Trisakti. Berdaulat secara politik. Berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," ujarnya kepada wartawan usai dipanggil Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Kata dia, Presiden menginginkan adanya perencanaan besar pembangunan kebudayaan yang meliputi berbagai sektor. Dia menambahkan, instruksi Presiden tersebut masih terkait dengan masukan sejumlah budayawan kepada Presiden usai melakukan pertemuan di Istana negara beberapa waktu lalu.

"Betul, betul. Budayawan, kemudian juga pegiat film. Beliau kan sudah mendengar berbagai macam masukan, sekarang beliau menugasi Kemendikbud untuk segera merespons dan merumuskannya," ucapnya.

Dia merencanakan, instruksi Presiden tersebut nantinya bakal coba diterapkan diprogram school full day. Dengan begitu kata dia kebudayaan akan berperan dalam pembentukan karakter siswa.

"Nanti di dalam kegiatan program penguatan karakter yang jadi school full day itu muatannya adalah termasuk kebudayaan, berkesenian, berolahraga, kemudian budi pekerti, etika, itu nanti akan dikemas ke dalam kegiatan kurikuler. Pembentukan karakter di situ," tambahnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar