Bagikan:

[Beking Narkoba] BNN Bantah Gagal Laksanakan Operasi Control Delivery

Menurut BNN, pemidanaan bekas Serma Supriyadi menjadi bukti keberhasilan operasi tersebut.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 14 Agus 2016 21:10 WIB

Author

Wydia Angga

[Beking Narkoba] BNN Bantah Gagal Laksanakan Operasi Control Delivery

Foto: Antara


KBR, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) membantah bahwa operasi control delivery yang dijalankannya pada 2012 gagal. Juru bicara BNN, Slamet Pribadi mengklaim operasi terhadap 1,4 juta ekstasi dari Cina ke Tanjung Priok membuktikan kepemilikan narkoba milik Freddy Budiman. 


Selain itu, pemidanaan bekas Serma Supriyadi juga menjadi bukti keberhasilan operasi tersebut.

"Lha itu Freddy, siapa. Jadi pada saat itu ditangkaplah dua orang setelah itu. Setelah si Serma itu di tangkap baru nangkap dua orang, dari dua orang itulah mencuitlah Freddy, lalu mencuitlah Akiong," ujarnya kepada KBR (14/8/2016).

Sementara terkait, laporan PPATK kepada BNN beberapa bulan lalu, Slamet menyebut hal itu belum bisa dipastikan apakah terkait Freddy atau bukan.

"Terakhir bahwa PPATK mengirimkan analisis transasksi yang mencurigakan baik profil simpanan maupun profil penyimpan sejumlah 3,6 Triliun. Pengiriman sekitar Februari (tahun ini), tapi kasus ini adalah hal yang lain dari Kasus Freddy Budiman. Tidak bisa disamakan," papar Slamet.

Slamet menambahkan saat ini data tersebut masih dalam penyelidikan. Ia memperkirakan penyelidikan akan memakan waktu hingga 1-2 tahun. Dari beberapa kasus Freddy, menurutnya, yang ditangani BNN hanya operasi control delivery 1,4 juta pil ekstasi milik Freddy dari Cina ke Tanjung Priok.

Baca: [Beking Narkoba] Koalisi Desak SOP Operasi Controlled Delivery Dibuka

Sebelumnya, Koalisi Berantas Mafia Narkoba menilai operasi controlled delivery terhadap narkoba Freddy Budiman pada 2012 itu sebetulnya gagal karena hanya menangkap petugas lapangan tapi tak sampai menjaring transporter, receiver, maupun manager dalam operasi itu.

Baca: [Beking Narkoba] Haris Azhar Hanya Akan Buka Bukti Pada Jokowi

Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending