Kebijakan Besar Pemerintah Dinilai Sulit Perbaiki Ekonomi Dengan Segera

Pengamat Ekonomi Indef Sugiyono mengatakan, pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih riil dan cepat.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 28 Agus 2015 10:19 WIB

Author

Sasmito

Kebijakan Besar Pemerintah Dinilai Sulit Perbaiki Ekonomi Dengan Segera

Ilustasi-Uang/ANTARA FOTO.

KBR, Jakarta - Paket kebijakan besar yang akan dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat ini dinilai tidak akan mampu dengan cepat memperbaiki pelambatan ekonomi. Pengamat Ekonomi Indef Sugiyono mengatakan, pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih riil dan cepat.

Pasalnya, kata dia, salah satu kebijakan seperti tax holiday, juga sudah diterapkan negara lain sejak lama, seperti Vietnam. Bahkan, negara lain justru lebih siap dalam segala hal, termasuk infrastruktur.

"Jadi, menjaga agar semua rencana itu realistis. Itu problem terbesarnya pemerintah sekarang. Jadi, tidak bisa lagi menggunakan angka-angka besar, bilangan besar, proyek besar, insfrastruktur banyak dan segala macam, kalau pada kenyataannya penyertaan modal negara yang terserap itu dari Rp 70 triliun itu cuma Rp7 triliun," jelas Sugiyono.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan pemberlakuan fasilitas tax holiday untuk wajib pajak baru di sembilan industri pada sektor manufaktur atau pengolahan. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan pemberian fasilitas tax Holiday kepada investor di sembilan industri pionir merupakan pemanasan untuk paket kebijakan yang lebih komprehensif.

Kata dia, paket kebijakan yang akan dikeluarkan tak cuma terkait insentif di fiskal atau tak hanya untuk mendorong ekspor saja, namun juga bagaimana menjaga daya beli masyarakat.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19