Darmin Ungkap Alasan Rupiah Fluktuatif

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai, nilai tukar rupiah yang fluktuatif belakangan ini lantaran kurangnya aliran modal masuk (capital inflow) ke Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 13 Agus 2015 15:24 WIB

Author

Ika Manan

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Foto: Antara

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai, nilai rupiah yang fluktuatif belakangan ini lantaran kurangnya aliran modal masuk (capital inflow) ke Indonesia. Itu sebabnya, menggenjot investasi dari dalam dan luar negeri menjadi salah satu fokus jangka pendek di masa awal jabatannya.

Selain itu, dua prioritas lainnya adalah persoalan pangan dan inflasi. Termasuk di dalamnya terkait stabilitas harga daging. Kementeriannya juga akan mendorong penyerapan APBN untuk pembangunan infrastruktur. Sebab stimulus dari fiskal akan menuntaskan masalah pangan.

"Satu adalah persoalan tentang pangan yang kaitannya tentu dengan inflasi. Tentu juga kaitannya dengan masalah kekeringan, nanti di dalamnya kan juga bicara soal harga daging dan sejenisnya. Barangkali yang mendesak juga itu tentu soal fiskal, terkait penerimaan dan pengeluaran APBN. Tapi yang masih terkait dengan APBN adalah soal investasi. Investasi itu menyangkut juga capital inflow. Kenapa capital inflow, karena sebenarnya sekarang ini kita kekurangan capital inflow itu sebabnya mengapa kurs kita fluktiatif," jelas Darmin Nasution, Kamis (13/8/2015).

Presiden Joko Widodo menghendaki kerja pemerintahannya lebih cepat, khususnya di bidang ekonomi. Untuk itu, ia mengganti tiga menterinya di bidang tersebut. Yaitu Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Koordiantor Kemaritiman serta Menteri Perdagangan.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Jokowi merasa perlu melakukan terobosan bagi percepatan kerja kabinet menghadapi persoalan ekonomi global. Darmin Nasution menduduki kursi Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka