Bagikan:

Survei Kinerja Jokowi-Maruf, Indikator: 67,5% Puas

"Yang mengatakan puas itu umumnya karena pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat kecil"

NASIONAL

Selasa, 12 Jul 2022 13:20 WIB

Author

R. Fadli

Kinerja Jokowi-Maruf, operasi pasar minyak goreng curah di Lapangan Desa Megawon, Kudus, Jateng, Rab

Kinerja Jokowi-Maruf, operasi pasar minyak goreng curah di Lapangan Desa Megawon, Kudus, Jateng, Rabu (20/4/22).(Antara/Yusuf Nugroho)

KBR,Jakarta-   Lembaga survei Indikator Politik Indonesia  mencatat, tingkat kepuasan masyarakat terhadap tata kelola ekonomi pemerintah masih kurang diapresiasi masyarakat. Hanya sedikit responden yang mengaku merasakan perbaikan ekonomi. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, cukup banyak responden yang mengklaim kondisi ekonomi rumah tangganya saat ini berubah menjadi sedikit lebih baik.

"Ekonomi rumah tangganya lebih baik dibanding tahun lalu, jadi lagi-lagi ada perbaikan. Tahun lalu masih era pandemi bahkan kita menghadapi gelombang Delta, ekonomi cukup terpukul, apalagi tahun 2020. Nah kalau kita bandingkan persepsi hari ini dibanding tahun lalu, ekonomi rumah tangga responden mengalami perbaikan, lebih banyak yang mengatakan, ekonomi mereka itu lebih baik atau jauh lebih baik. Positif. Jadi agak beda dengan evaluasi atas kondisi nasional. Ini trennya," tutur Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Senin (11/7/2022).

Burhanuddin Muhtadi merinci, jumlah responden yang menyebut kondisi ekonomi rumah tangganya saat ini lebih baik mencapai 36 persen. Jumlah ini hampir sama dengan responden yang menilai kondisi ekonomi rumah tangganya tidak mengalami perubahan. 

Baca juga:

Survei LSI: Intoleransi di Era Jokowi Masih Tinggi

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2021 Naik Satu Peringkat. Apa Penyebabnya?

Sedangkan responden yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangganya saat ini justru lebih buruk ada 21 persen.

Survei 67,5% Puas


Indikator Politik Indonesia  menyatakan, masyarakat tanah air semakin puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Direktur Eksekutif "Indikator Politik Indonesia" Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, sebanyak 9,7% responden sangat puas dengan kinerja pemerintah, 57,8% cukup puas, 25% kurang puas, dan 4,4% menyatakan tidak puas. 

Kata dia,  total untuk puas atau sangat puas terhadap kinerja Jokowi-Maruf adalah 67,5%.

"Orang yang sangat puas atau cukup puas, alasannya apa? Ini jawaban spontan dari responden, yang mengatakan puas itu umumnya karena pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat kecil; alasan yang kedua adalah pemerintah membangun infrastruktur, jadi presiden membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan seterusnya; kinerjanya sudah bagus; orangnya merakyat; orangnya baik. Itu 5 alasan paling banyak yang dimiliki oleh responden kenapa mereka puas dari 67,5 persen," tutur  Burhanuddin Muhtadi.

Direktur Eksekutif "Indikator Politik Indonesia" Burhanuddin Muhtadi juga menyebutkan sejumlah alasan, dari total 30% masyarakat yang tidak puas atas kinerja Jokowi-Maruf. Antara lain karena faktor harga kebutuhan pokok yang terus-terusan naik, bantuan sosial yang tidak merata, dan bantuan langsung tunai yang tidak tepat sasaran.

Survei nasional "Indikator Politik Indonesia" dilakukan pada 16 hingga 24 Juni lalu, secara tatap muka dengan 1.200 sampel responden.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending