Bagikan:

Sebulan Terakhir, COVID-19 di Indonesia Meningkat 3 Kali Lipat

"Peningkatan terjadi perlahan tapi pasti, dari mulai seribu kasus pada awal Juni, kemudian 2 ribu kasus pada awal Juli, dan dalam 1 bulan angka tersebut naik 3 kali lipat menjadi 6 ribu kasus,"

NASIONAL

Kamis, 28 Jul 2022 20:19 WIB

Juru Bicara Satgas covid-19, Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan infeksi virus

Juru Bicara Satgas covid-19, Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan infeksi virus korona, Kamis (28/7/22) (Foto:Youtube Sekretariat Presiden)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, sebulan terakhir, infeksi virus korona naik 3 kali lipat.

Per kemarin, 27 Juli 2022, jumlah kasus positif harian telah mencapai angka 6 ribu kasus.

"Terakhir kita mencapai 6 ribu kasus per hari adalah pada bulan Maret lalu. Peningkatan terjadi perlahan tapi pasti, dari mulai seribu kasus pada awal Juni, kemudian 2 ribu kasus pada awal Juli, dan dalam 1 bulan angka tersebut naik 3 kali lipat menjadi 6 ribu kasus," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Wiku mengatakan, peningkatan kasus harian COVID-19 juga berdampak pada peningkatan kasus aktif virus korona itu.

"Per kemarin, kasus aktif mencapai telah mencapai angka 46 ribu, di mana sudah lama kita memiliki kasus aktif sebanyak ini. Tercatatkan bahwa terakhir di Bulan April, kita memiliki kasus aktif sekitar 46 ribu dan sekarang, kembali terulang," katanya.

Wiku menambahkan, kasus kematian akibat COVID-19 juga mengalami peningkatan. Dalam 3 hari terakhir kasus kematian lebih dari 10 kasus.

"Adanya peningkatan kasus positif, kasus aktif dan kematian ini terefleksikan pada positivity rate mingguan yang saat ini telah 3 minggu berturut-turut berada di atas ambang batas WHO, yaitu 5 persen. Minggu ini, positivity rate mingguan nasional adalah sebesar 6,07 persen, dengan jumlah orang yang diperiksa juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan awal Juli lalu, yaitu naik 52 persen," imbuhnya.

Berita terkait:

Wiku Adisasmito melanjutkan, meskipun kasus positif, kasus aktif dan positivity rate meningkat, namun angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) cenderung stabil dan rendah di 34 Provinsi di Indonesia, yakni di bawah 15 persen. Meski begitu, lanjut dia, angka ini tetap lebih tinggi jika dibandingkan dengan awal Juli lalu yang hanya mencapai 8 persen.

Wiku menambahkan, provinsi dengan BOR tertinggi adalah Bali dengan 14,76 persen, disusul DKI Jakarta 12,53 persen, Kalimantan Selatan 11,23 persen, Banten 9,82 persen, Jawa Barat 6,15 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta 5,93 persen.

"Empat dari lima provinsi ini juga menjadi penyumbang kasus tertinggi pada minggu terakhir, yaitu DKI Jakarta 17 ribu kasus, Jawa Barat 5 ribu kasus, Banten 4 ribu kasus, dan Bali seribu kasus," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending