Bagikan:

Kemenkes Siapkan Peta Jalan Kelas Rawat Inap Standar

"Diharapkan bahwa sebagian besar dari fasilitas kesehatan kita sudah bisa memenuhi standar kelas rawat inap standar yang baru."

NASIONAL

Selasa, 05 Jul 2022 07:42 WIB

Author

Muthia Kusuma

Ilustrasi: Kelas Rawat Inap Standar, loket BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (17/6/20).(A

Ilustrasi: Kelas Rawat Inap Standar, loket BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (17/6/20).(Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, JakartaKementerian Kesehatan telah membangun peta jalan kesiapan infrastruktur kesehatan terkait implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). KRIS ini secara bertahap menggantikan sistem klasifikasi kelas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berlaku sebelumnya. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan, implementasi KRIS dapat diterapkan sepenuhnya pada 2024 semester kedua.

"Kami sudah membuat skenario mengenai penerapan dari KRIS ini, mulai dari tahun ini, tahun depan dan tahun 2024 yang diharapkan bahwa sebagian besar dari fasilitas kesehatan kita sudah bisa memenuhi standar kelas rawat inap standar yang baru. Sudah bisa kita jalankan segera. Mungkin khusus mengenai KRIS yang baru, sudah ada kesepakatan antara BPJS dan DJSN mengenai definisi kelas rawat inap standarnya sendiri," ucap Budi dalam siaran rapat kerja bersama Komisi Kesehatan DPR, Senin, (4/6/2022).

Baca juga:

Tahun ini, 39 Juta Peserta BPJS Kesehatan Nonaktif

Dugaan Kebocoran Data Penduduk, Polri Panggil Pejabat BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menambahkan, tahun ini uji coba implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) masih terbatas di 50 persen rumah sakit vertikal yang memenuhi sembilan kriteria dan standar yang sudah ditetapkan. Sedikitnya ada lima rumah sakit yang akan mengimplementasikan sistem KRIS pada tahun ini. 

Berdasarkan peta jalan kesiapan infrastruktur, asesmen kesiapan itu meliputi rumah sakit vertikal, RSUD, RS TNI/Polri, dan RS Swasta.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending