Satgas Covid-19: Sumatera Barat sebagai Percontohan Penanganan Covid-19

"Jadi tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan tinggi, kerumunan tinggi, seperti di pasar, di mall, di kantor, dilakukan pemeriksaan"

BERITA | NASIONAL

Senin, 27 Jul 2020 17:40 WIB

Author

Muthia Kusuma

Satgas Covid-19:  Sumatera Barat sebagai Percontohan Penanganan Covid-19

Tangkapan layar diskusi Telaah Pergerakan Zonasi Wilayah bersama Tim pakar Satgas Covid-19 Dokter Dewi Nur Aisyah, di BNPB, Senin (27/07).

KBR, Jakarta- Satuan Tugas Covid-19 menilai Sumatera Barat sebagai contoh daerah yang berhasil konsisten menekan pergerakan laju penularan dari risiko rendah ke zona hijau. Tim pakar Satgas Covid-19 Dokter Dewi Nur Aisyah mengatakan, zona hijau merupakan suatu wilayah yang selama empat pekan berturut-turut tidak ditemukan kasus baru dan angka kesembuhannya 100%.

Dia meminta agar masyarakat harus tetap waspada supaya ada penekanan laju penularan Covid-19 di wilayah itu.

"Kelebihan Sumatera Barat lagi, yaitu kapasitas pemeriksaan laboratorium ditingkatkan. Jadi semua daerah jangan berhenti untuk menekan laju penularan, tetapi juga melakukan surveilans aktif. Jadi tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan tinggi, kerumunan tinggi, seperti di pasar, di mall, di kantor, dilakukan pemeriksaan surveilans aktif untuk dapat menjaring orang-orang positif sehingga penularan dapat dihentikan ketika sudah kita ketahui statusnya," kata Dewi di Gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin, (27/7/2020).

Sementara itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo dan menetapkan daerah itu sebagai rujukan nasional penanganan Covid-19. Dalam keterangan resminya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, surveilans aktif di wilayahnya mencapai 1.898 PCR per hari.
Gubernur Irwan mengatakan  membuka diri untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah lain guna mempercepat penanganan Covid-19.
"Pemprov Sumbar berhasil membuat positivity rate atau perkembangan rasio jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terendah se-Indonesia. Turunnya penyebaran virus Corona, besarnya kapasitas uji sampel polymerase chain reaction (PCR). Pemprov Sumbar bekerjasama dengan laboratorium diagnostik dan riset terpadu penyakit infeksi fakultas kedokteran universitas Andalas yang kemampuan menyelesaikan pool testnya melampaui kemampuan tes laboratorium milik Balitbangkes dan LBM Eijkman," kata Irwan dalam media sosial resmi Pemprov Sumbar.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi FK Universitas Andalas Andani Eka Putra mengatakan, telah melakukan swab tes gratis kepada 1.000 supir angkutan umum dan 1.079 karyawan hotel berbintang di Sumbar.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8

Perang Melawan Infodemi