Ini 3 Daerah yang Berhasil Tekan Laju Penularan Covid-19 Hingga ke Zona Hijau

Satgas COVID-19 mencatat berdasarkan insidensi kematian skala nasional, sejumlah 46,03 persen atau 238 daerah kabupaten kota tidak ada kematian.

BERITA | NASIONAL

Senin, 27 Jul 2020 15:17 WIB

Author

Muthia Kusuma

Ini 3 Daerah yang Berhasil Tekan Laju Penularan Covid-19 Hingga ke Zona Hijau

Peta sebaran kasus COVID-19 per Senin (27/7/2020). (Foto: situs covid19.go.id/Domain publik)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan keberhasilan Raja Ampat, Gunung Singkawang di Kalimantan Barat dan Pasaman di Sumatera Barat yang memasuki kategori zona hijau. 

Tim pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyampaikan zona hijau terbagi menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah daerah yang sejak awal belum ada penemuan kasus baru positif Covid-19. 

Kategori kedua adalah daerah yang sebelumnya terdampak Covid-19 namun berhasil menekan laju penularan, hingga tidak ada lagi kasus baru dalam empat minggu berturut-turut dan angka kesembuhannya 100 persen.

"Tapi beberapa yang pernah kita pelajari juga di antaranya adalah; mereka dengan ketat menjaga perbatasan wilayah keluar-masuk. Jadi menghindari imported cases dari luar ke dalam. Kalau kita lihat di kabupaten kota di Indonesia ada yang memang secara geografis juga agak jauh dengan yang lainnya. Jadi perbatasannya dijaga dengan baik, sehingga kasus luar ke dalam ini dapat ditahan," kata Dewi di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin, (27/7/2020).

Angka kematian

Tim pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menambahkan, insidensi kumulatif kasus positif per 100 ribu penduduk berdasarkan kabupaten/kota tertinggi ada di Jakarta Pusat. Disusul Jayapura, Makassar, Semarang, Banjarmasin, dan Surabaya.

Dewi menyebut angka kematian dari kasus positif Covid-19 per 100 ribu penduduk berdasarkan kabupaten/kota tertinggi antara lain Kota Surabaya, Banjarmasin, Manado, Palangkaraya dan Semarang.

Satgas COVID-19 juga mencatat berdasarkan insidensi kematian skala nasional, sejumlah 46,03 persen atau 238 daerah kabupaten kota tidak ada kematian. 

Sementara 15,17 persen atau 78 kabupaten kota memiliki angka kematian 1 orang. Lalu ada 26,65 persen atau 137 kabupaten kota dengan kematian 2-10 orang. Serta 11,88 persen atau sebanyak 61 kabupaten kota memiliki kematian lebih dari 10 orang.

"Satgas menggunakan indikator kesehatan masyarakat. Pertama, penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar lebih dari 50 persen dari puncak. Berarti dari 100 turun ke 50. Kita melihat jumlah kasus, suspek turun 50 persen. Kemudian kita juga melihat angka kesembuhan. Itu yang kita kejar lalu mendapatkan skorsing tertinggi. Kita juga melihat surveilans, yaitu untuk melihat jumlah pemeriksaan seberapa banyak," ungkap Dewi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi