Hari Anak Nasional, Ratusan Anak di Aceh Jadi Korban Kekerasan

Sepekan lalu, dua anak balita di Aceh Besar jadi korban kekerasan seksual pamannya berinisial YL (49).

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 23 Jul 2020 21:14 WIB

Author

Alfath Asmunda

Hari Anak Nasional, Ratusan Anak di Aceh Jadi Korban Kekerasan

Ilustrasi perlindungan terhadap anak. (Foto: Antara)

KBR, Banda Aceh- Rentetan kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi di Aceh. Sepekan lalu misalnya, dua anak balita di Aceh Besar jadi korban kekerasan seksual pamannya berinisial YL (49).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flower Aceh yang fokus terhadap isu-isu anak dan perempuan mencatat, ada 200 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Aceh, sejak Januari hingga Juli 2020.

Data ini sesuai dengan yang dihimpun dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati mengatakan terdapat tiga bentuk kekerasan tertinggi yang dialami anak, yaitu pelecehan seksual sebanyak 69 kasus, pemerkosaan 33 kasus, dan kekerasan psikis 58 kasus.

"Di beberapa kasus bahkan justru kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat. Makanya kita berharap, orang tua dan masyarakat harus memastikan upaya preventif yang baik," katanya kepada KBR, Kamis (23/72020).

Riswati meminta semua pihak di Aceh harus menggalakkan kembali kearifan lokal yang dulu pernah menjadi benteng dalam melindungi anak. 

Kearifan lokal itu adalah setiap orang harus melindungi anak-anak meskipun anak tersebut bukan keluarganya.

"Saya ingat dulu di Aceh, budaya kearifan lokal kita saling menjaga anak. Misalnya kalau ada anak dulu yang jalan sendirian, kita di Aceh ini akan memastikan anak itu aman sepanjang jalannya. Itu harus ditumbuhkan lagi oleh siapapun. Kegotongroyongan saling menjaga itu harus dikuatkan lagi," pintanya.

Menurut Riswati, meski belum lama ini pemerintah Aceh mendapat penghargaan dari KPAI karena upaya perlindungan terhadap anak, namun hal itu itu tidak lantas mengendurkan perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan.

"Apresiasi itu kan harus beriringan dengan sistem perlindungan yang lebih baik. Pemerintah harus lebih serius mengintervensi persoalan ini," tegasnya.

Hari Anak Nasional (HAN) diperingati saban 23 Juli. Pada tahun ini HAN diperingati secara virtual di seluruh provinsi di tanah air. 

Tema kali ini: Anak Terlindungi, Indonesia Maju, dengan slogan Anak Indonesia Gembira di Rumah. 


Editor: Sindu Dharmawan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Kabar Baru Jam 8