Soal Mobil Listrik, Kemristek Ingin Indonesia Produksi Baterai Sendiri

"Masa baterainya masih harus kita impor?"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 31 Jul 2019 14:53 WIB

Author

Adi Ahdiat

Soal Mobil Listrik, Kemristek Ingin Indonesia Produksi Baterai Sendiri

Ilustrasi: Mobil listrik yang sedang di recharge di Amsterdam, Belanda. (Foto: Pixabay/mmurphy)

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi dan Hyundai, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, baru saja membahas rencana produksi mobil listrik di Indonesia.

Terkait rencana itu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) ingin Indonesia mampu membuat baterai mobil listrik secara mandiri.

"Masa baterainya masih harus kita impor? Kalau kita ingin menguasai hal-hal yang berkaitan dengan energi, maka kita tinggal mengembangkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan," ujar Direktur Sistem Inovasi Kemristekdikti Ophirtus Sumule, seperti dikutip Antara, Rabu (31/7/2019).

Menurut Sumule, teknologi kunci untuk mobil listrik adalah baterai. Karena itu, ia berharap Indonesia bisa menguasai teknologi tersebut.

"Jangan sampai baterai lithium diimpor, agar tidak memberikan kesempatan bagi pihak luar negeri untuk mendominasi pasar dalam negeri saat produksi massal mobil listrik dilakukan," katanya lagi.

Sumule menilai, pembuatan baterai lithium bisa menguatkan sektor otomotif dalam negeri, sekaligus menguatkan industri pertambangan bahan baku baterai.

"Industri itu (baterai lithium) juga bisa berkembang, bagaimana dia menghasilkan bahan baku, industrinya akan lari ke sana, industri pertambangan, industri mineral, dan lain sebagainya," ujar Sumule.


Baca Juga:

Jokowi dan Hyundai Bahas Rencana Produksi Mobil Listrik di Indonesia 

Perpres Mobil Listrik Selesai, Bakal Ada Diskon untuk Komponen Impor


BPPT Mendukung

Sebelumnya, pandangan serupa juga disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza.

Battery, sebagai salah satu komponen penting di dalam kendaraan listrik itu, tentu saja harus menjadi salah satu kekuatan Indonesia juga. Kita juga jangan hanya jadi penyedia bahan mentahnya, yaitu mineral, nikel, serta logam tanah lainnya yang dipakai untuk menjadi bahan battery. Nah, ini juga (pembuatan baterai) harus dikuasai,” ujar Hammam kepada KBR, Rabu (17/7/2019).


Bersaing dengan Produk Impor

Dalam kesempatan lain, Kementerian Keuangan sudah berencana akan memberi diskon bea masuk untuk impor komponen mobil listrik, termasuk baterai.

Artinya, andai nanti Indonesia mampu memproduksi baterai lithium sendiri, Indonesia juga harus siap bersaing dengan baterai impor, baik dari segi harga maupun kualitasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma