Pemprov Jakarta Akan Latih 500 Petani Kota

"Salah satu langkah kami lakukan adalah memberikan pelatihan kepada mereka, sejak pembibitan, penanaman, panen, hingga proses pemasaran."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 12 Jul 2019 18:36 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pemprov Jakarta Akan Latih 500 Petani Kota

Ilustrasi: Tanaman selada di instalasi hidroponik. (Foto: Pixabay)

KBR, Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menargetkan 500 kader baru pertanian perkotaan (urban farming) pada 2019.

"Sebelumnya sepanjang 2016-2018 kami sudah mencetak 600 kader melalui program penghijauan gang kota," kata Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Taufik Yulianto, seperti dikutip Antara, Jumat (12/7/2019).

"Salah satu langkah kami lakukan adalah memberikan pelatihan kepada mereka, sejak pembibitan, penanaman, panen, hingga proses pemasaran," kata Taufik.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa unit instalasi hidroponik kepada peserta pelatihan.

"Untuk program penghijauan kota sendiri kami menyasar sejumlah lahan, seperti sekolah, rumah susun, lahan tidur (bantaran sungai), perkantoran dan gedung pemerintahan," jelas Taufik.

Nantinya para kader pertanian kota diharapkan bisa membagi wawasan mereka ke keluarga dan warga lainnya, hingga jumlah lahan pertanian kota semakin bertambah.


Hasil Panen Pertanian Kota Lebih Sehat

Pakar pertanian kota dari Fruitable Farm, Andro Tunggul Namuretha, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Selain berkontribusi pada program penghijauan kota, urban farming juga menjadi cara untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Andro kepada Antara (12/7/2019).

Andro menjelaskan, pertanian kota bisa menggunakan metode hidroponik, aquaponik dan micro green. Menurut dia, sayur atau buah yang dihasilkan lewat metode tersebut lebih sehat karena tidak menggunakan pupuk kimia.

"Sebaiknya ini bisa ditangkap sebagai peluang bagi penggiat pertanian kota di Jakarta," kata Andro. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945