Kekeringan, Kementan Klaim Sudah Sosialisasi Tanam Padi Gogo ke Petani

"Yang belum tanam kita sarankan tanam padi gogo. Padi gogo itu padi ladang yang tahan kekeringan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 15:21 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Kekeringan, Kementan Klaim Sudah Sosialisasi Tanam Padi Gogo ke Petani

Petani mengumpulkan padi yang rusak untuk dijadikan pakan ternak di Desa Batujai, Lombok Tengah, NTB (11/7/2019). Menurut para petani di daerah tersebut, ratusan hektar sawah padi mereka gagal panen akibat kekeringan. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim sudah mensosialisasikan upaya menghadapi kekeringan dengan menanam varietas tanaman padi gogo.

Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edi, sosialisasi itu disampaikan kepada kelompok tani di daerah rawan kekeringan hampir setiap awal tahun anggaran.

"Yang belum tanam kita sarankan tanam padi gogo. Padi gogo itu padi ladang yang tahan kekeringan. Tanaman lain ada hanya kurang tahan. Yang tahan terhadap air itu hanya padi gogo. Di samping bantuan pipanisasi, pompanisasi, kemudian bantuan pembuatan embung dan seterusnya," kata Sarwo saat dihubungi KBR, Selasa (16/7/2019).

Sarwo menjelaskan, Kementan juga memiliki program sosialisasi ke dinas pertanian daerah untuk mencari sumber air. Program tersebut dilengkapi dengan bantuan sistem pompanisasi dan pipanisasi untuk menarik air dari sumber airnya ke petak sawah yang kekeringan.

Ada pula program pembangunan embung dengan daya tampung air hujan sekitar 1.500 m3 yang mampu mengairi hingga 70 hektar sawah.


Baca Juga: Pemerintah Dikritik Lambat Antisipasi Kekeringan


Kementan: Kekeringan Tidak Pengaruhi Produksi Beras

Menurut Sarwo, gagal panen akibat kekeringan tidak akan berpengaruh signifikan bagi produksi beras nasional.

Ia menegaskan ketersediaan beras saat ini masih tinggi, sehingga harga beras tidak terpengaruh dan tidak ada juga kemungkinan pemerintah perlu mengimpor beras.

Sarwo mengaku Kementan juga sudah menerapkan program pengamanan petani dengan mendorong keikutsertaan petani padi dalam asuransi pertanian Jasindo.

Lewat asuransi tersebut petani yang terdampak kekeringan bisa mendapat pengganti kerugian sebesar Rp6 juta per hektar per musim panen. Peserta asuransi ini hanya dibebani premi sebesar Rp36 ribu karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah