4 Instansi dan Masyarakat Kerja Sama Tangani Karhutla

"Jadi menjadi satu kesatuan yang sangat utuh di dalam upaya pencegahan."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 05 Jul 2019 10:46 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

4 Instansi   dan Masyarakat Kerja Sama Tangani Karhutla

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD Nagan Raya dan awak perusahaan berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di perkebunan kelapa sawit PT Fajar Baizury Desa Cot Mue, Nagan Raya, Aceh, Kamis (4/7/2019). (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) optimistis pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun ini akan berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Optimisme ini muncul karena adanya kerja sama antara KLHK, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan serta masyarakat di daerah kebakaran.

"Ini sudah sinergis semua, dengan Satgas yang dibentuk gubernur. Tentunya gubernur akan memanfaatkan semua potensi di daerah ini. Termasuk juga potensi-potensi dari instansi terkait. Termasuk kehutanan, Manggala Agni-nya ada. Bahkan brigadir-brigadir pembela kebakaran yang di swasta-swasta juga sudah bergerak. Ini TNI masuk lagi, sehingga ini nanti akan komplementer semua. Jadi menjadi satu kesatuan yang sangat utuh di dalam upaya pencegahan," kata Direktur Manajemen Karhutla KLHK, Raffles B. Panjaitan kepada KBR, Kamis (4/7/2019).

Raffles menyebut, KLHK sudah membuat tim patroli terpadu untuk menyisir 2 sampai 4 desa setiap harinya. Tim ini melibatkan Manggala Agni, yaitu brigade pengendalian Karhutla yang sudah dibentuk sejak tahun 2013, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Kepala Desa dan masyarakat setempat.

BNPB bersama TNI dan Polri juga telah membuat tim terpadu pencegahan Karhutla lewat pendekatan langsung kepada masyarakat.


Baca Juga: Sepanjang 2019, Luas Kebakaran Hutan Sudah 530 Kali Lapangan Monas


Karhutla Banyak Terjadi di Lahan Masyarakat

Menurut Raffles, saat ini kebakaran cenderung terjadi di lahan masyarakat ketimbang lahan perusahaan.

“Karena perusahaan terikat Permen LHK 32/2016 yang mewajibkan mereka untuk melakukan pencegahan, lengkap dengan menyiapkan anggaran dan sarana prasana yang mendukung. Karena jika tidak dilakukan, maka KLHK akan mengurangi luasan areal kerjanya,” jelas Raffles.

Untuk mencegah Karhutla di lahan masyarakat, KLHK mengaku sudah menerapkan program perhutanan sosial.

Selain memberi izin pengelolaan hutan, program itu juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan kayu tanpa pembakaran lahan, seperti memproduksi briket arang, kompos, dan cuka kayu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19