Teror ISIS, BIN Awasi Kombatan Alumni Suriah

Simpatisan ISIS banyak, mantan kombatan pulang dari suriah banyak, radikal, mantan teroris yang sudah dilepas banyak. Itu potensi yang harus kita awasi,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Jul 2016 21:21 WIB

Author

Ade Irmansyah

Teror ISIS, BIN Awasi Kombatan Alumni Suriah

Ilustrasi: Bom bunuh diri di mapolresta Solo. (Sumber: Humas Mabes Polri)

KBR, Jakarta- Badan Intelijen Negara (BNI) menyatakan potensi ancaman teror ISIS di Indonesia pasca lebaran cukup besar. Pasalnya menurut Kepala BIN, Sutiyoso, di Indonesia banyak  terdapat simpatisan ISIS dan mantan Kombatan yang sudah pulang dari Suriah.

Selain itu kata dia, bekas terpidana teroris yang masa penahanannya selesai juga banyak.

"Potensinya tentu gede ya. Ada simpatisan ISIS banyak, mantan kombatan pulang dari suriah banyak, radikal, mantan teroris yang sudah dilepas banyak karena sudah selesai masa tahanannya. Itu potensi yang harus kita awasi," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/07).

Selain itu kata dia, BIN juga menangkap adanya perubahan strategi yang kemungkinan dilakukan oleh pelaku aksi teror saat ini. Dia juga membenarkan soal kabar ISIS yang menyerukan simpatisannya di seluruh dunia untuk melakukan amaliyah atau aksi teror di negaranya masing-masing. Alasannya kata dia, kekalahan ISIS dalam perang Suriah.

"Teroris kan sudah saya katakan bahwa ISIS sudah ubah strategi. Dia kalah di mana-mana, Suriah, Irak, terus mau menghancurkan musuh-musuhnya di negara asing. (Jadi yang terakhir di Solo dari ISIS juga? Sinyalemen kita seperti itu," ujarnya.

Sutiyoso kembali meminta kepada Pemerintah dan DPR untuk segera menyelesaikan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dengan begitu kata dia, aparat kepolisian dan intelijen bertindak cepat mencegah permasalahan tersebut.

"Itu kan membatasi kewenangan aparat polisi dan intelijen. Negara-negara barat, Malaysia sudah mengubah paradigma itu. Dia lebh utamakan keamanan rakyat dan negara. (Jadi yang diperkuat deteksi dini?) iya. Karena itu segera revisi UU terorisme. itu memberikan peluang kepada aparat tuk bertindak cepat," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN