Pengamat: Seperti JI, Kelompok Santoso Akan Mati Perlahan

"Santoso tidak memberikan wasiat apa pun untuk keberlanjutan kelompok ini," kata pengamat terorisme Al Chaidar.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 22:48 WIB

Author

Rio Tuasikal

Pengamat: Seperti JI, Kelompok Santoso Akan Mati Perlahan

Polisi berjaga di dekat dua peti jenazah di depan Ruangan Instalasi Forensik Rumkit Bayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (19/7). (Antara)



KBR, Jakarta - Pengamat terorisme Al Chaidar meramalkan kelompok Santoso akan hilang secara perlahan setelah pemimpin mereka ditembak mati polisi.

Al Chaidar yang pernah menjadi anggota Negara Islam Indonesia (NII) mengatakan Santoso belum menunjuk penerusnya sehingga para anggotanya akan kehilangan arah.

Baca: Kapolri Pastikan Santoso Tewas

Ia mengatakan kasus serupa pernah terjadi pada kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

"Saya kira kelompok MIT juga akan mengalami hal yang seperti itu. Karena Santoso tidak memberikan wasiat apa pun untuk keberlanjutan kelompok ini," kata Al Chaidar kepada KBR, Selasa (19/7/2016) malam.

"Kalau pemimpinnya sudah tertangkap, terjadi perpecahan. Nggak ada kelanjutan kepemimpinan, maka kelompok itu nggak punya legitimasi untuk eksis lagi," lanjutnya.

Baca: Ini Calon Penerus Santoso di Kelompok MIT Poso

Al Chaidar menduga para anggota yang tersisa kini kocar-kacir dan terdesak. Dia memperkirakan akan ada pengikut Santoso yang kabur ke Filipina Selatan dan bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf. Sebab, kelompok Santoso dan Abu Sayyaf berhubungan baik.

Namun, Al Chaidar memperkirakan orang-orang dari kelompok Santoso tidak akan mau bergabung dengan Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Sebab MIB belum punya basis wilayah pergerakan, sementara jaringan Santoso bergabung ke Santoso karena sudah ada klaim wilayah.

"Ini juga alasan mereka mendukung ISIS, karena sudah punya wilayah," jelasnya.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik