Bagikan:

Pelaku Tewas, Kepolisian Hentikan Kasus Bom Mapolresta Solo

“Bom jenis low explosive dalam rice cooker dimasukkan di bawah jok sepeda motor pelaku. Otomatis ditutup karena pelaku sudah tewas"

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Jul 2016 17:17 WIB

Pelaku Tewas, Kepolisian  Hentikan Kasus Bom Mapolresta Solo

Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono bersama barang bukti sepeda motor yang digunakan pelaku bom bunuh diri di mapolresta Solo. (Foto: KBR/Yudha S.)

KBR,Solo- Kepolisian Jawa Tengah menghentikan kasus pengeboman di Polresta Solo. Kapolda Jawa tengah, Condro Kirono, saat menggelar jumpa pers di Mapolresta Solo, mengatakan pelaku pengeboman sudah dinyatakan tewas di lokasi kejadian.

Menurut Condro Kirono, meski kasus dengan pelaku Nurrohman dihentikan, tidak menutup kemungkinan densus antiteror mengungkap adanya anggota kelompok jaringan teroris yang terlibat.

“Bom jenis low explosive dalam rice cooker dimasukkan di bawah jok sepeda motor pelaku. Kasus bom bunuh diri di Markas polisi Solo ini otomatis ditutup karena pelaku sudah tewas, namun densus antiteror tetap akan mengungkap adanya anggota lain jaringan kelompok teroris yang terlibat.” Ujar Kapolda Jawa tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Senin (11/07).  

Condro melanjutkan, "kita masih melacak interaksi dan komunikasi pelaku dengan orang lain atau kelompok teroris selama menjadi buronan densus antiteror."


Polisi sudah menguji  DNA pelaku bom bunuh diri di Polresta Solo, Jawa Tengah. Polisi memastikan pelaku bom bunuh diri tersebut adalah Nur Rohmah, warga Solo buronan densus antiteror dalam kasus terorisme di Bekasi Jawa Barat awal tahun lalu.
 
Berbagai barang bukti disita polisi dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian hingga penggeledahan di rumah pelaku di Pasar Kliwon Solo. Di antaranya   sepeda motor yang hancur, serpihan bom rakitan, hingga sekantong bahan peledak sisa yang digunakan pelaku. Polisi memajang puluhan barang bukti ini di Mapolresta Solo.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending