Pasca Santoso Tewas, Pengamanan Poso Diperketat

Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan maupun identitas orang yang melintas.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 20 Jul 2016 14:48 WIB

Author

Aldrimslit Thalara

Pasca Santoso Tewas, Pengamanan Poso Diperketat

Aparat memeriksa identitas setiap orang yang melintas di Pos Pengamanan, Desa Patangolembah, Kecamatan Poso Pesisir, (20/7/2016). Pengamanan diperketat usai kaburnya tiga orang anak buah Santoso. (Fot



KBR, Poso - Pasca tewasnya pemimpin jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah, aparat keamanan terus memperketat pengamanan titik-titik tertentu di Poso, Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Santoso dan anak buahnya Muchtar tewas dalam baku tembak di Pegunungan Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso pada Senin (18/7/2016).

Penjagaan ketat dilakukan aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016.

Di salah satu Pos Sekat Pengamanan Daerah Poso Pesisir, Rabu (20/07) pagi, misalnya. Setiap kenderaan yang melewati area tersebut harus menjalani pemeriksaan petugas.

Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan maupun identitas orang yang melintas.

Di Pos Pengamanan yang berada di Desa Pantangolembah ini disiagakan enam personel aparat gabungan. Sementara yang lainnya diugaskan menyisir daerah pedalaman yang merupakan tempat persembunyian sejumlah orang anggota jaringan Santoso yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kami selalu siap dan siaga. Peningkatan pengamanan, tentu saja akan diperketat dan diambil langkah-langkah tertentu. Tetapi mudah-mudahan sampai saat ini situasi di Poso akan aman sampai seterusnya,” kata Kepala Satuan Operasi Tinombala 2016, Leo Bona Lubis, Rabu (20/7/2016).

Pada Senin sore lalu terjadi kontak tembak di Desa Kilo Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Dalam kontak tembak tersebut dua orang tewas, dan tiga lainnya melarikan diri.

Baca: Mabes Polri Perkirakan Istri Santoso Kabur dengan Basri

Dua jenazah tersebut itu kemudian diidentifikasi sebagai pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yaitu Santoso alias Abu Wardah. Satu lagi jenazah adalah Muktar alias Kahar.

Dengan tewasnya dua orang tersebut, Daftar Pencarian Orang (DPO) jaringan Santoso kini tersisa 19 orang.

Salah satu yang paling dicari kini adalah Ali Kalora dan Basri alias Bagong. Selain memburu ke lapangan, aparat juga menyerukan agar para DPO yang tersisa menyerahkan diri dan dijanjikan keringanan hukuman.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19