LPSK Siap Lindungi Tenaga Medis Pembongkar Mafia Vaksin Palsu

"Kalau ada rasa khawatir bisa minta perlindungannya ke LPSK," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 16:54 WIB

Author

Yudi Rachman

LPSK Siap Lindungi Tenaga Medis Pembongkar Mafia Vaksin Palsu

Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl Proklamasi 56 Jakarta. (Foto: setkab.go.id)



KBR, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan melindungi korban, dokter dan masyarakat yang mengetahui peredaran vaksin dan obat-obatan palsu.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan LPSK siap memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengadukan kejahatan di bidang farmasi ini.

Abdul Haris mengatakan tidak mudah membongkar kejahatan di bidang farmasi yang diduga sudah lama terjadi, karena itu butuh partisipasi dari masyarakat untuk membongkar kasus itu.

"Ini bukan persoalan yang sederhana. Yang kita khawatirkan bukan hanya persoalan vaksin saja, tapi bisa jadi ada masalah peredaran obat-obat yang lain. Misalnya seperti mafia farmasi. Kita menghimbau masyarakat yang memiliki informasi tidak segan-segan melaporkannya. Kalau ada rasa khawatir bisa minta perlindungannya ke LPSK," kata Abdul Haris Semendawai kepada KBR, Selasa (19/7/2016).

Baca: Vaksin Palsu, Bareskrim: 14 RS Swasta Terima Pasokan

Abdul Haris menambahkan, hingga kini LPSK belum menerima permohonan perlindungan dari masyarakat dan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan baik di klinik dan rumah sakit yang mengetahui adanya kejahatan di bidang farmasi, terutama persoalan vaksin tersebut.

"Sampai saat ini belum ada yang mengajukan perlindungan. Kita mendorong masyarakat juga berani untuk mengadu, kami siap berikan perlindungan," ungkapnya.

Hingga saat ini Mabes Polri telah menetapkan 23 orang sebagai tersangka dalam kasus pembuatan dan distribusi vaksin palsu. Dari jumlah itu, 20 orang sudah ditahan. Dari para tersangka itu terdapat tiga orang dokter.

Baca: 3 Dokter Jadi Tersangka Vaksin Palsu, IDI Beri Bantuan Hukum

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17