Kemenhub Akui Rekayasa Lalin Tak Serta Merta Urai Macet di Brebes

Kementerian Perhubungan mengklaim telah mengupayakan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di Tol Pejagan-Brebes Timur.

NASIONAL

Minggu, 03 Jul 2016 22:39 WIB

Author

Wydia Angga

Kemenhub Akui Rekayasa Lalin Tak Serta Merta Urai Macet di Brebes

Antrean kendaraan di pintu keluar tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (3/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengklaim telah mengupayakan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di Tol Pejagan-Brebes Timur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto menjelaskan, salah satunya melalui pengalihan arus ke beberapa jalur non-tol sebelum pintu keluar tol sebelum Brebes Timur, seperti tol Brebes Barat, Pejagan dan tol kanci.

"Yang dari mulai semula keluar dari Brebes Timur, itukan yang memang jalurnya situ. Nah trus yang dari sebelumnya, dikeluarkan dari Tol Brebes Barat, Pejagan, bisa dikeluarkan di sana. Trus ada satu lagi Kanci itu juga sudah dikeluarkan di situ juga," kata Pudji.

Ia pun melanjutkan, "Sudah dibuat semacam rekayasa lalu lintas. Jadi tidak semua ke tol Brebes Timur. Sudah dikeluar-keluarkan. Dan dibagi setengah-setengah jam sudah kita lakukan juga. Itu artinya akan mengalir ke jalur pantura dan kota brebes itu sendiri," papar Pudji kepada KBR (3/7/2016).

Baca Juga: Cerita Pemudik yang Habiskan 20 Jam di Tol Pejagan-Brebes

Namun ia mengakui, upaya ini tak serta merta mengurai kepadatan volume kendaraan. Tetapi setidaknya, kata dia, rekayasa arus mampu membuat lalu lintas tak stagnan.

Menurut Pudji, kemacetan di Tol Brebes Timur juga dipengaruhi oleh derasnya arus kendaraan dari Tol Cipali. Ini karena seluruh pintu Tol Cipali telah dibuka.

Dia pun menambahkan, apabila tahun lalu simpul kemacetan berada di Cikopo dan Pejagan, maka tahun ini kemacetan bertumpu di Brebes. Kemacetan ini, diprediksi akan terus terjadi hingga Senin (4/7/2016) besok.

"Kalau dilihat di lapangan sih bergulir tidak ada yang berhenti ya. Kemudian ditambah karena hari ini mungkin puncaknya masih akan terus bertambah (Artinya masih belum begitu terurai dari kemarin 18 kilometer?) Belum artinya masih tetap bergulir saja, tapi masih akan ada tambahan-tambahan dari Jakarta mulai baru pada start. (Prediksi arus puncak sampai kapan?) Sampai besok. (bergulir itu berapa kecepatannya?) 5 sampai 10km/jam," pungkasnya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Arab Saudi Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Polemik TNI 'cawe-cawe' Copoti Baliho Rizieq Shihab

Kabar Baru Jam 8

Wagub DKI Ingatkan Sanksi Bagi Penolak Tes Covid-19 di Petamburan