Jelang Putusan MSG, Kemenlu: ULMWP Bukan Wakil Kawasan

"Kami yakin bahwa negara-negara anggota MSG akan melihat, bahwa MSG itu tujuannya adalah kerjasama pembangunan ekonomi "

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Jul 2016 14:01 WIB

Author

Randyka Wijaya

Jelang Putusan MSG, Kemenlu: ULMWP Bukan Wakil Kawasan

Delegasi ULMWP di depan bendera-bendera peserta pertemuan MSG di Kepulauan Solomon. (Foto: KBR/Victor Y.)

KBR, Jakarta- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menuding Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP)  tak berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang menjadi tujuan berdirinya Melanesian Spearhead Group (MSG). Alasannya ULMWP adalah  organisasi non pemerintah (NGO). 
 
Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir   yakin MSG akan melihat kontribusi pembangunan ekonomi dalam menentukan ULMWP sebagai anggota penuh atau tidak.

"ULMWP itu kan merupakan NGO ya, yang bukan mewakili kawasan atau negara. Apakah mereka mendapatkan status lebih? Itu harus diputuskan melalui konsensus oleh anggota-anggota MSG sendiri. Kami yakin bahwa negara-negara anggota MSG akan melihat, bahwa MSG itu tujuannya adalah kerjasama pembangunan ekonomi sehingga negara-negara anggota yang didorong adalah bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam hal itu. Dan Indonesia bisa berkontribusi dalam hal itu, kita tidak melihat bagaimana NGO yang tidak memiliki perhatian terhadap itu, bisa berkontribusi terhadap itu (pembangunan ekonomi)," kata Arrmanatha Nasir di Gedung Kemenlu Jakarta, Selasa (14/07/2016).

Selama ini, ULMWP terdaftar sebagai pengamat di MSG. Kata Arrmantha, observer diperbolehkan dalam ketentuan MSG.Sedangkan Indonesia menjadi anggota negara mitra (associated member).

Hari ini merupakan hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) MSG. Dalam pertemuan itu nasib ULMWP akan ditentukan sebagai anggota penuh atau bukan. Apabila ULMWP menjadi anggota penuh MSG kesempatan untuk menentukan nasib sendiri atau referendum semakin terbuka.

Kata Arrmanatha, situasi KTT jelang keputusan nasib ULMWP di Honiara, Kepulauan Solomon berlangsung kondusif dengan agenda meningkatkan kerjasama ekonomi.

"Pembahasan sedang berlangsung, informasi yang kita terima tadi pagi cukup kondusif. Dalam upaya bagaimana mereka dapat bekerjasama dalam upaya yang tadi kita katakan kerjasama meningkatkan pembangunan dan ekonomi," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8