Bagikan:

Pengamat Hukum: Kebanyakan Hakim di Indonesia tidak Berkualitas

Pengamat hukum dari Universitas Parahyangan Bandung, Agustinus Pohan mengatakan, minimnya hakim berkualitas ini adalah imbas dari kurangnya minat mahasiswa menjadi hakim.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 23 Jul 2015 10:29 WIB

Pengamat Hukum: Kebanyakan Hakim di Indonesia tidak Berkualitas

Ilustrasi hakim. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Indonesia dinilai masih kurang hakim berkualitas. Itu sebab banyak hakim yang dijatuhi sanksi pada semester pertama tahun ini. Pengamat hukum dari Universitas Parahyangan Bandung, Agustinus Pohan mengatakan, minimnya hakim berkualitas ini adalah imbas dari kurangnya minat mahasiswa menjadi hakim.

"Itu tidak mudah. Kalau di Jepang pendidikannya disatukan, dan hanya mahaiswa terbaik yang bisa jadi hakim. Di kita kan sendiri-sendiri. Alumni perguruan tinggi ternama juga kurang minat jadi hakim. Kebanyakan maunya jadi pengacara," kata Agustinus Pohan, Kamis (23/7/2015).

Semester pertama tahun ini, 78 hakim dikenai sanksi oleh Mahkamah Agung. Sebanyak 61 hakim dijatuhi sanksi ringan, enam orang dijatuhi sanksi sedang dan sisanya dihukum berat. Dari jumlah itu, tidak sedikit pimpinan pengadilan yang dijatuhi hukuman disiplin. Seperti Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama dan Wakil Ketua Pengadilan Agama.

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending