Pengamat : Partai Idaman, Partai Fans Klub

Menurut, Pengamat Politik LIPI Syamsudin Haris, Rhoma Irama belum memiliki visi dan misi yang jelas untuk diusung dalam Pemilu empat tahun mendatang.

BERITA , NASIONAL

Senin, 13 Jul 2015 20:06 WIB

Author

Iriene Natalia

Pengamat : Partai Idaman, Partai Fans Klub

Rhoma Irama Foto: Antara

KBR, Jakarta - Partai Islam Damai Aman (Idaman) yang didirikan dan diketuai musisi dangdut kawakan Rhoma Irama dinilai memiliki peluang kecil untuk menang Pemilu 2019. Menurut, Pengamat Politik LIPI Syamsudin Haris, Rhoma Irama belum memiliki visi dan misi yang jelas untuk diusung dalam Pemilu empat tahun mendatang. Ia menduga, pendeklarasian Partai Idaman itu bentuk kekecewaan raja dangdut tersebut pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang batal mengusungnya jadi calon presiden di pemilu lalu.

"Peluang sih tentu ada tapi kecil. Rhoma belum punya konsep bangsa ini mau dibawa kemana. Apalagi kita tahu beliau itu berpindah-pindah partainya. Ini lebih sebagai Partai Fans Klub. Saya melihat ini sebagai bentuk kekecewaan pada PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang sebelumnya menjanjikan dia sebagai capres. Kalau motif tokoh itu mengabdi untuk bangsa, apakah harus jadi presiden? Jadi penyanyi dangdut yang baik itu juga mengabdi untuk bangsa," kata Syamsudin Haris kepada KBR, Senin (13/7/2015).

Pekan lalu, Raja Dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan Partai Islam Damai Aman (Idaman), dengan melakukan peresmian logo partai sekaligus penandatanganan akte pendirian di Jakarta. Kepengurusan Partai Idaman untuk saat ini hanya terdiri dari Ketua Umum Rhoma Irama dan Sekretaris Jenderal Abdurrahman Tarjo. Rencana jangka pendek partai adalah mengajukan nota pendirian partai ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham). Jika disetujui, maka Partai Idaman akan dideklarasikan secara formal dan nasional oleh para pengurus pada 16 Agustus 2015.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Seleksi Capim KPK

Memulai Usaha dengan Modal Minim

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13