BNPB Sebut Kekeringan Tahun Ini Lebih Parah Dibanding Tahun Lalu

Puncak dari kekeringan akan terjadi di Bulan Oktober hingga November.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Jul 2015 16:03 WIB

Author

Wydia Angga

BNPB Sebut Kekeringan Tahun Ini Lebih Parah Dibanding Tahun Lalu

Dropping air bersih di daerah yang dilanda kekeringan. Foto: Musyafa KBR

KBR, Jakarta - BNPB memprediksi kekeringan tahun ini bakal lebih parah dibandingkan dengan kekeringan tahun 2014. Hal itu disampaikan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Meski begitu, Sutopo menyebut El Nino dan dampaknya tahun ini lebih kecil dibandingkan dengan dampak El Nino tahun 1997. Menurut Sutopo, wilayah yang akan mengalami dampak nyata dari El Nino tahun ini adalah selatan katulistiwa. Sutopo menjelaskan, dampak dari El Nino Moderate ini akan menyebabkan kondisi iklim makin kering hingga bisa memicu kebakaran hutan, lahan dan bahkan pemukiman. Kata dia, puncak kekeringan akan terjadi di Bulan Oktober hingga November.

"Oktober- November akan terjadi puncak kekeringan yang tentu saja cadangan air berkurang, kita harap distribusi air ditingkatkan supaya dapat melayani masyarakat. Kita imbau petani juga untuk betul-betul cermat dalam melakukan penanaman dengan menanyakan petugas penyuluh pertanian di wilayah, supaya ketika mereka menanam nanti tidak akhirnya tanaman mati," kata Sutopo, Selasa (28/7/2015). 

Sutopo menambahkan beberapa daerah selama dua bulan ini tidak mendapatkan curah hujan yang cukup adalah Jawa, Bali, NTB dan NTB. Tentu saja kondisi ini memperparah defisit air yang menurut kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1997, sudah terjadi sejak tahun 1995 khusus untuk daerah Jawa, Bali dan NTT.

Data BNPB mencatat saat ini defisit air untuk Jawa dan Bali mencapai 18,79 milyar meter kubik, sementara untuk Nusa Tenggara mencapai 0,44 milyar meter kubik. BNPB pun memperingatkan kondisi defisit air ini akan makin meningkat di masa datang karena bertambahnya penduduk, degradasi lingkungan, dan dampak perubahan iklim.

Merespon situasi ini, BNPB menyiapkan skenario jangka pendek berupa distribusi air bersih dengan tangki air, perbaikan pipa, pembuatan sumur bor, pompanisasi,  pembangunan bak-bak penampungan air hujan, sumur resapan, pemanenan hujan, pembangunan embung serta hujan buatan jika memungkinkan. Sementara solusi jangka panjangnya adalah pembangunan waduk, pengelolaan DAS, termasuk konservasi tanah dan air.

BNPB menyiapkan Rp 75 miliar Dana Siap Pakai untuk diberikan kepada BPBD yang memerlukan bantuan sesuai kebutuhannya. Jumlah ini lebih besar dari pada tahun sebelumnya yang hanya sekira Rp 50 miliar. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18