Bagikan:

Vaksinasi PMK Ternak Dimulai, Begini Saran Asosiasi Peternak

"Di kita kan nggak punya itu, bisa satu sapi divaksin 2-3 kali, nggak tahu yang punyanya laporan atau enggak gitu kan."

NASIONAL

Selasa, 14 Jun 2022 11:53 WIB

Vaksinasi PMK Ternak  Dimulai, Begini Saran Asosiasi Peternak

Dokter hewan memeriksa sapi diduga terinfeksi PMK di Bandung, Rabu (8/6/2022). (Antara/Raisan)

KBR, Jakarta- DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) meminta  pelaksanaan vaksinasi PMK untuk hewan ternak yang akan dilakukan pemerintah mulai Selasa (14/6),  memprioritaskan sapi-sapi yang rentan, seperti sapi perah dan anak sapi. 

Sekjen DPP PPSKI, Rochadi Tawaf  menyebut, kendala yang akan dihadapi pemerintah di antaranya adalah mobilitas hewan ternak dan proses identifikasi saat pelaksanaan vaksinasi.

"Di kita kan tidak diidentifikasi seperti sapi-sapi di Australia, kan dia punya National Livestock Identification System di mana setiap sapi itu menggunakan chip atau menggunakan kalung atau menggunakan identifikasi itu. Di kita kan nggak punya itu, bisa satu sapi divaksin 2-3 kali, nggak tahu yang punyanya laporan atau enggak gitu kan. Dan petugas vaksinnya sendiri mungkin caranya mengidentifikasinya sendiri  saya nggak tahu bagaimana ini," kata Rochadi kepada KBR, Senin (13/6/2022).

Selain itu menurut Rochadi, kedala lain yang akan dihadapi adalah tenaga petugas vaksinasi yang terbatas. 

Baca juga:

Ia meminta agar pemerintah segera menetapkan wabah PMK menjadi kejadian luar biasa (KLB) agar dapat mengerahkan tenaga petugas vaksinasi dari mahasiswa-mahasiswa jurusan kesehatan hewan atau kedokteran hewan. Rochadi menyebut, vaksinasi harus dilakukan secara masif agar wabah tidak makin menyebar dan dapat segera tertangani.

Rochadi berharap, upaya vaksinasi PMK ini juga bisa menjadi momentum untuk memberikan indentitas atau identifikasi hewan ternak, terutama sapi di Indonesia. 
 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending