Bagikan:

Menteri Desa: Perkuat Ketahanan Pangan dengan Dana Desa

"Dan hari ini permasalahan yang dihadapi kita semua adalah masalah ketahanan pangan dan Dana Desa juga menjadi skala prioritas adalah bagaimana ketahanan pangan juga bisa dilakukan dalam level desa,"

NASIONAL

Selasa, 14 Jun 2022 16:51 WIB

Menteri Desa: Perkuat Ketahanan Pangan dengan Dana Desa

Menteri Desa PDT, Abdul Halim Iskandar. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ingin agar Dana Desa tahun ini bisa dikelola maksimal.

"Harapan kita adalah Dana Desa yang sudah sangat luar biasa digulirkan ke desa-desa sejak kepemimpinan Presiden Jokowi ini, mempercepat pemulihan ekonomi nasional," katanya, usai Pertemuan dengan Jaksa Agung, seperti disiarkan Youtube Kejaksaan Agung, Selasa (14/6/2022).

Abdul Halim juga ingin agar Dana Desa bisa menjadi salah satu motor penguat masalah ketahanan pangan di daerah.

"Dan hari ini permasalahan yang dihadapi kita semua adalah masalah ketahanan pangan dan Dana Desa juga menjadi skala prioritas adalah bagaimana ketahanan pangan juga bisa dilakukan dalam level desa," katanya.

Selain penguatan ketahanan pangan, Abdul halim juga berharap pemanfaatan Dana Desa menjadi lebih tepat sasaran dan akuntabel agar permasalahan-permasalahan yang dihadapi kepala desa bisa diantisipasi lebih dini. Salah satunya, kata dia, dengan pendampingan dari Kejaksaan tingkat pusat hingga daerah.

Berita terkait:

"Dalam waktu yang tidak akan lama, kita akan konsolidasi lagi untuk Program Jaga Desa mulai dari tingkat pusat akan ada posko bersama antara Kementerian Desa dan Jaksa Agung, khusus untuk urusan terkait dengan pendampingan pemanfaatan dana desa," tuturnya.

Sebelumnya, anggaran Dana Desa di APBN 2022 sebesar 68 triliun rupiah dan dialokasikan kepada 74.961 desa di 434 kabupaten seluruh Indonesia. Jumlah ini menurun sebesar 4 triliun rupiah dibandingkan pagu Dana Desa tahun lalu. Sementara total Dana Desa yang digulirkan sejak 2015 hingga 2022 mencapai Rp468,9 triliun.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending