Bagikan:

Jokowi: Sorgum Jadi Alternatif Bahan Pangan

Alternatif-alternatif bahan pangan tidak hanya tergantung pada beras, karena kita memiliki jagung, memiliki sagu, dan juga sebetulnya tanaman lama kita yang ketiga adalah sorgum

NASIONAL

Kamis, 02 Jun 2022 15:46 WIB

Jokowi: Sorgum Jadi Alternatif Bahan Pangan

Presiden Jokowi menyaksikan panen sorgum di Kabupaten Sumba Timur, NTT, Kamis (2/6/2022). (Setpres/Laily Rachev)

KBR, Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sorgum bisa menjadi alternatif bahan pangan selain beras. Sorgum merupakan tanaman sejenis biji-bijian sereal.

Kata Jokowi, alternatif itu harus disiapkan guna menghadapi ancaman krisis pangan dunia. Sebab, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan akan terjadinya krisis pangan global.

Baca juga: Jokowi: Porang Jadi Alternatif Pengganti Beras

"Kita ingin banyak alternatif-alternatif, banyak pilihan-pilihan yang bisa kita kerjakan di negara kita. Diversifikasi pangan, alternatif-alternatif bahan pangan tidak hanya tergantung pada beras, karena kita memiliki jagung, memiliki sagu, dan juga sebetulnya tanaman lama kita yang ketiga adalah sorgum," kata Jokowi saat meninjau panen sorgum di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (2/6/2022).

Jokowi menyebut, penanaman komoditas sorgum yang sudah dicoba di Sumba Timur dengan lahan seluas 60 hektar termasuk berhasil. Kata dia, penanaman sorgum ini bisa menghasilkan minimal 5 ton per hektare dengan nilai 50 juta rupiah per tahun.

"Sangat baik secara keekonomian, juga masuk bisa merekrut banyak sekali SDM, tenaga kerja kita, dan hasilnya per hektar per tahun bisa bersih kurang lebih 50 juta. Ini juga sangat bagus artinya kalau dibagi 12 per bulan sudah mencapai kurang lebih 4 jutaan ini kan juga sebuah hasil yang tidak kecil

Baca juga:

Jokowi juga memerintahkan kepada kepala daerah untuk menyediakan lahan yang bisa dipakai untuk menanam komoditas sorgum ini.

"Sehingga kita tidak tergantung sekali pada yang namanya gandum atau tidak tergantung sekali pada yang namanya jagung dari impor. Karena di sini juga sudah dicoba jagung kurang berhasil, coba sorgum sangat berhasil, karena memang sebelumnya sorgum itu sudah tumbuh baik dan ditanam oleh para petani kita di Sumba Timur dan di provinsi Nusa tenggara Timur," kata dia.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?