covid-19

TPNPB Ancam Bunuh Pendatang di Wilayah Konflik Papua

TPNPB juga mengancam akan membakar semua sarana yang dibangun pemerintah Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Jun 2021 08:14 WIB

TPNPB Ancam Bunuh Pendatang di Wilayah Konflik Papua

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di bukit Utikini , Tembagapura, Papua, (25/10/11). Foto: Victor Yeimo/Facebook.

KBR, Jakarta- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengancam akan membunuh warga pendatang yang berada di area konflik di Papua. Juru bicara TPNPB Sebby Sambom mengatakan peringatan tersebut juga diberikan kepada masyarakat yang berada di wilayah konflik, yakni Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya, dan Nduga.

"Kami dari Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengumumkan peringatan keras kepada semua orang Indonesia, warga imigran yang datang cari makan di tanah Papua, di daerah konflik perang terutama. Kami berikan peringatan untuk Anda segera tinggalkan wilayah konflik perang yaitu Intan Jaya, Puncak Papua, dan Nduga. Sebab TPNPB tidak akan tanggung jawab jika Anda mati di sana," kata Sebby melalui keterangan video yang diterima KBR, Minggu (6/6/2021).

Juru bicara TPNPB Sebby Sambom menantang pasukan TNI-Polri untuk melawan TPNPB di wilayah yang sudah ditetapkan. TPNPB juga mengancam akan membakar semua sarana yang dibangun pemerintah Indonesia.

Eskalasi konflik di Papua kian memanas usai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua I Gusti Putu Danny Karya Nugraha tewas tertembak dalam kontak senjata dengan TPNPB, 25 April lalu.

Pemerintah kemudian menetapkan kelompok bersenjata di Papua sebagai teroris. Bukannya mereda, kontak senjata di Papua justru terus terjadi usai pelabelan teroris itu.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan TNI-Polri akan melakukan tindakan cepat, tegas, dan terukur.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10