covid-19

Kemenparekraf Segera Kucurkan Dana Hibah Pariwisata

Dana hibah pariwisata ini berbeda dengan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), yang merupakan program tahunan sejak 2017.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Jun 2021 11:13 WIB

Kemenparekraf Segera Kucurkan Dana Hibah Pariwisata

Tempat wisata alam di Papua. Foto: Pesona Indonesia

KBR, Jakarta- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera mengucurkan dana hibah pariwisata dalam waktu dekat. Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung mengatakan dana hibah ini diberikan pada para pelaku pariwisata untuk mendukung jalannya bisnis mereka yang terpukul pandemi Covid-19.

"Di tahun ini di tempatnya Deputi 4, Deputi Industri dan Investasi pun sedang menggodok formulasi program. Sehingga nanti akan ada salah satu program yang perencanaannya baik, pelaksanaannya baik, dan evaluasinya juga baik. Hal ini kita kunci, dan sedang digodok oleh tim Kemenparekraf untuk hibah pariwisata seri kedua. Tapi, ini masih digodok ya, sedang disusun kembali, ditata ulang kembali," ujar Henky dalam acara 'Dialog Produktif bertajuk Jalan Aman, Nyaman', Rabu, (09/06/21).

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung menyebut setidaknya ada 62 jenis sektor pariwisata yang akan menerima manfaat dana hibah dari pemerintah. Di antaranya pelaku industri pariwisata di bidang perhotelan, restoran, hiburan, hingga biro perjalanan wisata.

Ia menambahkan, dana hibah pariwisata ini berbeda dengan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP), yang merupakan program tahunan sejak 2017.

"Untuk yang Ekraf-nya (Ekonomi Kreatif), ada yang disebut BIP. Bantuan Insentif Pemerintah. Di mana hal itu untuk menunjang pelaku Ekraf sebagian besar dan pelaku pariwisata yang ada di desa-desa wisata," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno sudah menyinggung rencana pemerintah menyalurkan dana hibah pariwisata. Pada tahun lalu, dana hibah pariwisata dikucurkan pertama kali sebesar Rp2,2 triliun. Rencananya tahun ini ada peningkatan, yaitu menjadi Rp3,7 triliun.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10