Asosiasi Minta Pemerintah Libatkan Travel Agent Untuk Program Work From Bali

Tujuannya agar pelaku usaha travel turut memperoleh keuntungan atas kebijakan tersebut

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Jun 2021 22:03 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Asosiasi Minta Pemerintah Libatkan Travel Agent Untuk Program Work From Bali

Dua anak turis menikmati suasana saat mengunjungi di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali. (Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati meminta pemerintah lebih aktif melibatkan biro perjalanan pariwisata atau travel agent dalam pengembangan program pariwisata yang didorong pemerintah. Terutama untuk program Work From Bali (WFB) atau kerja dari Bali yang tengah didorong oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini. Tujuannya agar pelaku usaha travel turut memperoleh keuntungan atas kebijakan tersebut.

"Kendala untuk travel agent, tentunya dalam arti menyiapkan ini tentu perlu gotong royong dengan pak Henky (Kemenparekraf). Tolong sekali melibatkan asosiasi terutama travel agent. Jadi kendalanya sekarang memang perekonomian sudah berjalan. Tapi karena direct pem-booking-annya untuk ke airline dan hotel, jadi anggota saya tidak terlalu banyak benefit," ujar Nunung dalam acara 'Dialog Produktif bertajuk Jalan Aman, Nyaman' (09/06/21).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati mendukung rencana pemerintah menjalankan program Work From Bali. Ia yakin kebijakan ini mampu mendatangkan keuntungan ekonomi bagi bisnis travel, jika dirancang secara tepat.

"Mudah-mudahan ekonomi dan penerapan protokol kesehatan untuk wisata border dari rencana kerja Bali, berjalan," kata dia.

Program Work From Bali rencananya diluncurkan pada kuartal ketiga atau sekitar Juli tahun ini. Di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, kebijakan ini difasilitasi pemerintah untuk kawasan Nusa Dua Bali, bagi sekitar 25 persen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta