Sawit vs Orang Rimba di Jambi, Mensos Dorong Kemitraan

"Sehingga mereka akan punya sumber income apakah dari sawit atau karet yang ada."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Jun 2016 22:16 WIB

Author

Rio Tuasikal

Sawit vs Orang Rimba di Jambi, Mensos Dorong Kemitraan

Ilustrasi: Kebun sawit (Sumber: Kementerian BUMN)

KBR, Jakarta- Kementerian Sosial mendorong kebun plasma atau kemitraan diterapkan di Sarolangun, Jambi, menyusul konflik antara orang rimba dan anak perusahaan raksasa sawit Sinar Mas, PT Bahana Karya Semesta, yang terjadi pekan lalu. 

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan kebun plasma telah berhasil diterapkan di kabupaten Batanghari, Jambi. Di situ, warga SAD menerima 2.000 ha lahan dari PT Asiatic Persada pada 2014.

Kata dia, bercocok tanam merupakan solusi mengingat area jelajah orang rimba yang kini makin menyempit dan tidak lagi dihuni hewan buruan.

"Kalau mereka melangon mereka takkan ketemu makanan lagi, karena lahan ini sudah jadi sawit dan karet," ujarnya kepada KBR di DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (7/6/2016) petang.

Khofifah melanjutkan, "tapi kalau dia bisa mendapatkan plasma - misalkan dari 100 ribu hektar berarti dapat 20 ribu hektar - Itu dibagi berapa KK di antara mereka. Sehingga mereka akan punya sumber income apakah dari sawit atau karet yang ada."

Khofifah  sedang menunggu laporan mengenai lahan yang menjadi lokasi konflik. Selanjutnya, dia akan berkomunikasi dengan bupati, gubernur, dan menteri LHK, untuk membuka kebun plasma tersebut. “Namun mencari lahan itu hari ini tidak mudah,” jelasnya.

Proses Berbaur

Khofifah mengatakan proses pembauran yang digagas pemerintah agar Suku Anak Dalam bersatu dengan warga lainnya tidak berlangsung mulus. Proeses itu digagas tahun lalu ketika Khofifah berkunjung ke Jambi setelah belasan anggota SAD mati kelaparan.

Dia menjelaskan,  ada beberapa anak SAD yang bersekolah dan dijauhi oleh teman-temannya.

"Jadi proses reintegrasi itu tidak sederhana karena resistensi masyarakat. Reintegrasi itu harus dibangun dan ternyata butuh waktu,” jelasnya.

Sebelumnya, Orang Rimba Kelompok Melimun dan Kelompok Menyurau bentrok dengan satpam perusahaan PT BKS di Kecamatan Air Hitam Kecamatan Sarolangun. Kedua kubu terlibat bentrok saat satpam meminta orang rimba keluar kebun sawit dan dilarang memungut brondolan. Bentrok terjadi saat orang rimba hendak meninggalkan lokasi.

Akibatnya, dua orang rimba ditusuk, lima sepeda motor rusak dan 1000 lembar kain orang rimba dibakar. Jumat lalu digelar pertemuan dengan dihadiri perwakilan orang rimba, perusahaan dan kepolisian setempat. Perjanjian damai lantas diteken dengan kesepakatan  perusahaan akan membayar ganti rugi  namun melarang orang rimba untuk selamanya masuk dalam kawasan perusahaan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8