Bagikan:

Pemerintah Tentukan Nasib ABK Indonesia yang Disandera Pekan Depan

Pemerintah memastikan bakal menentukan langkah pembebasan tujuh anak buah kapal asal Indonesia yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah Filipina Selatan.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 26 Jun 2016 15:20 WIB

Luhut Panjaitan. (Foto: KBR/Ais)

Luhut Panjaitan. (Foto: KBR/Ais)

KBR, Jakarta - Pemerintah memastikan bakal menentukan langkah pembebasan tujuh anak buah kapal asal Indonesia yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah Filipina Selatan beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan ‎mengatakan pemerintah tengah menyelidiki kasus penyanderaan tersebut.

"Nanti kita lagi pelajari, crisis center sudah dihidupkan, mungkin hari Selasa kita sudah dapatkan jawaban permulaan kemungkinan opsi-opsi yang akan kita ambil," ujarnya kepada wartawan seusai Pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016 di Lapangan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta.

Pihaknya memutuskan melanjutkan moratorium pengiriman batubara ke Filipina. Dengan begitu pengamanan lalu lintas laut di wilayah perbatasan ketiga negara bisa dimaksimalkan. Langkah patroli pengamanan lalu lintas laut di wilayah perbatasan ketiga negara, sebagai salah satu poin pertemuan beberapa waktu lalu di Yogyakarta antara Panglima TNI, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina dan Malaysia belum terealisasi.

"Ya itu sudah dibicarakan oleh panglima TNI, ada beberapa yang belum jalan. Memang belum semua pihak melaksanakan itu. Kemarin statement ibu Menlu saya kira sudah jelas," ujarnya.

Sebelumnya, 7 Orang WNI kembali disandera oleh kelompok yang diduga militan Abu Sayyaf beberapa waktu lalu. Mengomentari masalah tersebut, Panglima TNI menganggap hal tersebut dikarenakan belum terealisasinya patroli bersama untuk mengamankan wilayah perbatasan. Saat ini Filipina tengah dalam masa transisi pemerintahan.

Meski demikian, kata dia, Indonesia telah menyerahkan pola kerja sama pengamanan yang dapat diimplementasikan kepada Malaysia dan Filipina. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending