Pemerintah Luncurkan Toko Tani Indonesia

TTI ini ditargetkan mampu memangkas rantai pasokan (supply chain) pangan dari 9 rantai menjadi 3.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Jun 2016 11:58 WIB

Author

Ninik Yuniati

Pemerintah Luncurkan Toko Tani Indonesia

Mentan Amran Sulaiman dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf dalam acara peluncuran Toko Tani Indonesia. Foto: Ninik Yuniati

KBR, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meluncurkan Toko Tani Indonesia (TTI) hari ini di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurut Amran, TTI ini ditargetkan mampu memangkas rantai pasokan (supply chain) pangan dari 9 rantai menjadi 3. 

Panjangnya rantai distribusi selama ini menjadi penyebab melonjaknya harga pangan. Kata dia, lembaganya memiliki 1000 titik TTI di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. 

"Kita memotong rantai pasok yang terlalu panjang, supply chainnya terlalu panjang, dari 9 menjadi 3. Kalau minyak goreng, dari pabrik, Filma, Bimoli langsung masuk ke TTI, langsung masuk ke pasar. Kemudian kita bermitra dengan koperasi, dengan PT Pos, nanti ada juga Perhutani," kata Amran di kawasan Pasar Minggu, Rabu (15/6/2016).

Amran Sulaiman menambahkan, program Toko Tani Indonesia merupakan solusi jangka panjang, yang ditujukan untuk membentuk struktur harga baru. Kata dia, program ini juga dikombinasikan dengan solusi jangka pendek berupa operasi pasar besar-besaran secara terus menerus. 

"Operasi pasar besar-besaran adalah solusi jangka pendek, jangka panjang, memotong rantai pasok, dan ini sebelum dan sesudah Ramadan, Idul Fitri, jalan terus," ujar dia.

Dalam peluncuran Toko Tani hari ini, Kementerian Pertanian juga menggelar pasar murah yang menjual sejumlah komoditas pangan pokok dengan harga di bawah pasar. Di antaranya, daging sapi Rp75 ribu, bawang merah Rp23 ribu, minyak goreng Rp9.500, gula Rp12 ribu, bawang putih Rp22 ribu, beras Rp7.900. Amran memastikan petani dan pedagang tidak dirugikan dengan harga tersebut.

"Kita tunjukkan bahwa ternyata bisa harga daging di bawah Rp80 ribu, sebagaimana arahan presiden," kata Amran.

Amran juga memastikan seluruh stok pangan pokok aman, terutama untuk kebutuhan puasa dan lebaran.

"Minyak goreng, kita produsen terbesar di dunia, ayam dua kali lipat stok kita, beras, 2 juta lebih di gudang Bulog, tahun lalu hanya 1 juta, jadi stok aman," tutur Amran.

Sementara, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf meminta pemerintah konsisten dalam berupaya memangkas rantai pasokan pangan. Kata dia, pemerintah juga seharusnya mampu menjadikan harga-harga di Toko Tani sebagai referensi harga pasar.

"Yang ada di sini (Toko Tani-red) kok bisa jualan pada harga 30rb per kilogram, ini harusnya mereka mengadjust harga yang ada di sini, jadi harga yang di sini ini adalah harga referensi," kata Syarkawi.

"Kalau Pak Mentan, pemerintah konsisten dengan tol laut dan lain-lain, konsisten memotong, menyederhanakan rantai distribusi, maka harga daging sapi Rp80 ribu, saya kira sudah bisa terealisasi, meski belum, karena ini memang butuh waktu," pungkas Syarkawi.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri kenaikan harga yang tidak wajar untuk daging ayam, daging sapi, dan minyak goreng. Di Jambi, harga ayam naik dari Rp30.000/kg menjadi Rp35.000/kg. 

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menduga kenaikan itu terjadi di level distributor. Sebab, di level produsen, tiga komoditas itu stoknya cukup dan harganya stabil. Bahkan, pabrik minyak goreng telah menurunkan harga 5,5 persen. Namun di tangan konsumen harga-harganya naik.

Editor: Sasmito  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN