Menkeu Sarankan Koperasi Bulog Ikut Urus Pangan

Kata Bambang, Kopelindo memiliki ruang yang lebih fleksibel dibanding Perum Bulog, karena statusnya sebagai koperasi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Jun 2016 15:03 WIB

Author

Dian Kurniati

Menkeu Sarankan Koperasi Bulog Ikut Urus Pangan

Ilustrasi. Aktivitas pedang di pasar. Foto: KBR/Musyafa

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyarankan koperasi karyawan dan pensiunan Perum Bulog, Kopelindo, turut mengurusi kebutuhan pangan nasional. Bambang mengatakan, bisnis pangan di Indonesia sangat terbuka seiring dengan kebutuhan yang terus meningkat. Dia berujar, Kopelindo memiliki ruang yang lebih fleksibel dibanding Perum Bulog, karena statusnya sebagai koperasi. 

"Kita jangan lupa, selain infrastruktur, kita ada prioritas kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan itu salah satunya infrastruktur, yang contohnya irigasi. Tetapi, ada yang lebih penting, apakah itu distribusi, apakah itu menyiapkan pasokan sendiri. Jadi, pemerintah akan sangat mendukung kalau nantinya Kopelindo selain jadi konglomerat infra tapi juga konglomerat pangan.” kata Bambang di Hotel Santika, Jumat (03/06/16)

Dia melanjutkan, “Pak Presiden ingin harga daging rendah, maka mungkin Kopelindo bisa berpartisipasi apakah di distribusi, atau kalau perlu punya peternakan."

Bambang mengatakan, peluang bisnis yang besar di bidang pangan, tidak hanya milik pengusaha besar yang sudah terkenal.

“Koperasi bisa juga turut andil dalam bisnis itu, apalagi Kopelindo adalah koperasi Perum Bulog, yang memang ditugaskan negara mengurus pangan.”

Bahkan menurutnya pegawai Bulog yang sudah pensiun pun tetap bisa terlibat dalam bisnis pangan.

Bambang menyarankan Perum Bulog memberikan daftar komoditas yang dapat menjadi usaha Kopelindo. Komoditas yang bisa dikembangkan sebagai usaha misalnya beras dan gula. Selain itu, ada pula daging sapi, yang cocok dengan permintaan Presiden Joko Widodo agar harga daging sapi Rp 80 ribu.

“Kopelindo dapat membuka bisnis peternakan sapi, terutama di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.”

Kata dia, selain berbisnis, Kopelindo juga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di sana.

Hari ini, anak usaha Kopelindo, PT. Kopelindo Infrastruktur Indonesia (Kopel Infrastruktur) bekerja sama dengan PT. Indonesia Infrastructure Finance untuk usaha pembiayaan bersama dan konsultan proyek infrastruktur di Indonesia, baik yang dibangun oleh pemerintah, kerja sama usaha dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta. Adapun proyek yang akan dibiayai akan difokuskan pada sarana dan prasarana yang dapat memperlancar arus barang dan jasa, misalnya jalan tol.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10