JAI Desak Kapolri dan Mendagri Beri Keamanan Jemaat Ahmadiyah Lombok

JAI juga mengimbau jemaat Ahmadiyah di Bagik Manis bersikap tenang pasca penolakan kemarin.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 19 Jun 2016 21:33 WIB

Author

Wydia Angga

JAI Desak Kapolri dan Mendagri Beri Keamanan Jemaat Ahmadiyah Lombok

Foto: Antara

KBR, Jakarta - Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mendesak Kapolri dan jajarannya untuk memastikan keamanan bagi seluruh Anggota Ahmadiyah di Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Lombok. Ini menyusul penolakan dari warga sekitar terhadap Jemaah Ahmadiyah di sana. 

Selain itu, juru bicara JAI, Yendra Budiana mengatakan, lembaganya juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk memastikan kepala daerah agar mengayomi jemaat Ahmadiyah Lombok. Sebab, jemaat Ahmadiyah Lombok merupakan warga negara Indonesia seperti yang lainnya.

"Poinnya sih sebenarnya yang utama meminta jaminan keamanan kepada Kapolri untuk memastikan kemanan tentunya dimanapun berada sampai di tingkat Kapolsek khususnya Kapolsek saat ini yang ada di desa Bagik Manis Sambelia ini. Kemudian yang ke dua, kepada Menteri Dalam Negeri karena keterlibatannya di camat. Karena memastikan camat tentu dapat mengayomi warganya," ujar Yendra kepada KBR (19/6/2016).

Yendra Budiana menambahkan pihaknya juga mengimbau jemaat Ahmadiyah di Bagik Manis bersikap tenang pasca penolakan kemarin. Menurutnya, pihaknya akan segera membantu lewat jalur advokasi bagi kelompok Ahmadiyah di sana dengan terlebih dahulu menurunkan tim hukum dalam waktu dekat.

"Kami sedang mengkaji, segera menurunkan tim hukum kami kemudian didampingi beberapa pengacara kita akan terjun ke sana. Kedua, kita akan lihat apakah ada pelanggaran-pelanggaran di sana. Karena anggota kami di Kepolisian tidak ada kejelasan kenapa harus di sana. kalau mengamankan, mereka tentu lebih senang ke tempat saudaranya yang lain, jadi lagi-lagi sering kali ada perlakukan yang tidak kami pahami, kami tidak melakukan pelanggran, tidak berbuat kriminal, tapi selalu menjadi korban dalam ketidakadilan," paparnya.

Ia menyebut Lombok termasuk daerah yang cukup sering terjadi ancaman kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah seperti yang terjadi di Jawa Barat. Ia mencatat setidaknya sudah ada 7 kali kasus kekerasan yang menimpa jemaat Ahmadiyah di Lombok.

"Dari sekitar tahun 2000 sampai sekarang komunitas Ahmadiyah di Lombok itu ada tujuh kali, lebih dari tujuh kali malah, mengalami serangan sehingga harus berpindah-pindah dan kemudian kehilangan harta bendanya, ada yang kehilangan nyawanya," pungkasnya.

Sabtu (18/6/2016) kemarin, warga pemeluk Ahmadiyah di Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur dipaksa menandatangani surat pernyataan bersedia keluar dari keyakinan yang dianut. Warga menuding Jemaat Ahmadiyah di desa itu menyebarluaskan ajarannya. Padahal, menurut pengurus ahmadiyah, mereka hanya melakukan ibadah Ramadan seperti berjamaah tarawih. Namun karena mereka belum memiliki masjid, maka jemaah Ahmadiyah melaksanakan ibadah di rumah anggotanya. 

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Sambelia Lombok Masih Ketakutan


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri