Tokoh Agama Papua Laporkan Kasus Kekerasan di Papua ke Komnas HAM

Kasus kekerasan itu antara lain penembakan empat orang siswa SMA di Enarotali, Paniai, 8 Desember 2013 lalu.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 12 Jun 2015 16:48 WIB

Author

Stefano Sulaiman

Tokoh Agama Papua Laporkan Kasus Kekerasan di Papua ke Komnas HAM

Benny Giay

KBR, Jakarta – Forum Kerja Oikumene Gereja-gereja Papua melaporkan sejumlah kasus kekerasan di Papua ke Komisi Nasional HAM hari ini, Jumat (12/6/2015). Ketua Sinode Gereja Kingmi di Papua, Benny Giay, kasus kekerasan itu antara lain penembakan empat orang siswa SMA di Enarotali, Paniai, 8 Desember 2013 lalu.

Ia berharap dengan laporan dan kedatangannya ke Komnas HAM dapat menyadarkan pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus-kasus kekerasan yang ada di Papua.

“Kita ada pengaduan kasus penyiksaan terhadap seorang warga pada Bulan Desember yang menurut kami itu berat, kemudian ada kasus-kasus pelanggaran HAM di Yakuhimo lalu juga pertanyakan pembentukan komisi ad hoc untuk kasus penembakan terhadap 4 orang siswa tanggal 8 Desember 2014,” jelas Benny kepada KBR di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (12/6/2015).  

Benny menambahkan, langkah ini diambil lantaran pihaknya kerap merasakan tekanan dari Polri, TNI dan Kemenkopolhukan ketika menanyakan proses penyelesaian kasus tersebut.

“TNI dan Polri turun untuk investigasti tapi menekan masyarakat. Kapolda turun investigasi tekan masyarakat untuk gali kubur. Menkopolhukam punya tim turun ini semua siksa masyarakat teror ke masyarakat. Mereka bilang kamu semua itu pelaku tentang kasus yang 8 Desember itu. Oleh karena itu kita bilang tadi ke Komnas HAM setelah kita menilai tidak pernah ada kegiatan di lapangan,” jelas Benny.

Selain ke Komnas HAM, Benny Giay dan rekan-rekannya juga mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, serta menggelar jumpa pers di sana, yang isinya menyatakan sikap atas tindakan sewenang-wenang Kepolisian dan TNI terhadap 495 warga sipil. Sebab dari jumlah itu, tujuh orang di antaranya langsung ditangkap saat hendak menyerahkan surat pemberitahuan aksi ke kantor kepolisian. Tak hanya itu, penangkapan juga disertai kekerasan fisik dan psikis, serta penggeledahan yang dinilai sewenang-wenang.


Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pegawai KPK Berstatus ASN, Independensi KPK Terancam