Bagikan:

Mentan Klaim Bawang dan Cabai Cukup Hingga Lebaran

Kata Amran, impor belum dibutuhkan asal distribusi lancar. Ia menegaskan bawha impor menjadi opsi terakhir bila stok menipis.

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Jun 2015 13:39 WIB

Mentan Klaim Bawang dan Cabai Cukup Hingga Lebaran

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto; Aisyah Khairunnisa

KBR, Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim stok bawang dan cabai dalam negeri cukup hingga lebaran atau akhir Juli 2015. Amran yakin lantaran pagi tadi dirinya mengikuti produsen bawang hingga sampai ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta. Kata Amran. harga bawang di sana masih stabil, yakni Rp15 ribu/kg dan cabai Rp13 ribu/kg. Ia menambahkan, impor belum dibutuhkan asal distribusi lancar. Hanya saja, impor menjadi opsi terakhir bila stok menipis.

“Itu adalah alternatif paling terakhir. Paling terakhir. Mudah-mudahan tidak (impor). Itu adalah pilihan paling terakhir. Cukup, tadi (saya sidak) cukup.Yang jelas sampai selesai lebaran cukup. Kita lihat lapangan tadi, lihat fakta di lapangannya. Kita melihat cukup. Harga stabil,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2015).

Amran menambahkan, dirinya yakin produksi beras dalam negeri cukup untuk pasokan jelang puasa dan lebaran. “Kan sudah produksi. 20 juta ton sudah produksi. Januari sampai Februari. Berasnya sudah ada. Yang jelas harga sekarang stabil,” kata Amran.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan akan mengimpor barang dan cabai dalam waktu dekat. Ini lantaran stok cadangan di dalam negeri kurang. Selain itu masa panen bawang dan cabai sedang tidak bertepatan dengan masa puasa dan lebaran.

“Kalau kita lihat stok cadangan bulog itu kurang, tidak mencukupi. Jadi termasuk cabai dan bawang, walaupun kita lihat itu ada, kalau enggak memenuhi kebutuhan pasar, itu kita harus impor. Tapi bahwa ini produk musiman, pada waktu kebutuhan besar suplai kurang. Tentu kita akan melihat stok ini akan memenuhi atau tidak, sehingga impor itu alternatif terakhir. Tapi kalau kita lihat harga terakhir, harga yang ada sekarang sudah melebihi pada harga referensi, putusannya harus impor,” kata Gobel.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending