Bertemu Presiden, BNSP Ingatkan TKI Indonesia Minim Sertifikasi

Kata Sumarna, TKI akan sulit sekali diterima untuk bekerja di luar negeri jika tak memiliki sertifikasi profesi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Jun 2015 13:28 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Bertemu Presiden, BNSP Ingatkan TKI Indonesia Minim Sertifikasi

Ketua BNSP ?Sumarna Abdurahman. Foto: Aisyah Khairunnisa

KBR, Jakarta – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengingatkan Presiden Joko Widodo bahwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baru sedikit yang mendapat sertifikasi profesi. Ketua BNSP, ?Sumarna Abdurahman mengatakan, sertifikat itu penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang berlaku mulai 31 Desember 2015.

Kata Sumarna, TKI akan sulit sekali diterima untuk bekerja di luar negeri jika tak memiliki sertifikasi profesi. Menurutnya, Indonesia harus mengejar percepatan sertifikasi, karena di negara ASEAN lain sudah lebih banyak tenga kerjanya yang tersertifikasi.

“Kita sebenarnya sudah terlambat penyiapannya. Misalnya untuk pariwisata, di Filipina saat ini sudah ada 600 ribu tenaga kerja bersertifikat ASEAN untuk pariwisata. Indonesia baru kemarin saya memberikan sertifikat perdana ke 400 orang. Kita lakukan uji di perhotelan di Bali dengan standar ASEAN. Kita baru pertama itu. Di Filipina mulai sejak 2012 sudah 600 ribu orang,” kata Sumarna di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2015).

Sumarna menambahkan, lambatnya proses sertifikasi ini pemerintah kesulitan membangun standar kompentensi untuk 12 bidang prioritas MEA. Selama ini baru bidang pariwisata yang sudah ada standar kompetensinya.

Namun kata Sumarna, baru-baru ini pihaknya sudah mengadopsi standar kompetensi 11 bidang prioritas lain dari Australia. Misalnya untuk bidang agrobisnis, kayu dan karet. Ini lantaran selama ini ASEAN kerap berkiblat ke Australia untuk mengadopsi standar kompetensi profesi. 

“Karena selama ini dia ASEAN itu kiblatnya ke Australia semua. Jadi kalau kita mengadopsi punya Australia, pasti kita akan diakui secara regional,” kata Sumarna. Sumarna menargetkan hingga akhir tahun 2015 Indonesia memiliki 120 ribu tenaga kerja tersertifikasi dari 12 bidang prioritas MEA.?  


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Arah Kebijakan Ekonomi Kabinet Baru Jokowi

Kabar Baru Jam 10

Gubernur Anies Enggan Komentari Rencana Kenaikan UMP 8,51 Persen Menjadi Rp4,2 juta

Kabar Baru Jam 8