JAII Tidak Akan Tarik Penghargaan Sultan Yogya

KBR, Jakarta - Jaringan Antar Iman Indonesia (JAII) menyatakan tidak akan menarik kembali penghargaan yang telah diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X sebagai kepala daerah yang peduli terhadap kebebasan beragama.

NASIONAL , BERITA

Rabu, 04 Jun 2014 18:53 WIB

Author

Sasmito Madrim

JAII Tidak Akan Tarik Penghargaan Sultan Yogya

JAII, sultan yogyakarta, toleransi

KBR, Jakarta - Jaringan Antar Iman Indonesia (JAII) menyatakan tidak akan menarik kembali penghargaan yang telah diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X sebagai kepala daerah yang peduli terhadap kebebasan beragama.

Sebelumnya Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo) mendesak JAII menarik penghargaan tersebut. Salah satu anggota tim penilai JAII, Aan Anshori mengatakan, Sri Sultan dinilai layak mendapat penghargaan karena komitmennya terhadap penegakan kebebasan beragama.

Salah satunya yaitu Sultan tidak menerbitkan aturan larangan anti Ahmadiyah di saat daerah-daerah lainnya menerbitkan aturan tersebut.

"Kami belum mendiskusikan itu, Tapi kami merasa biarlah penghargaan itu menjadi semacam prasasti bagi Sultan bahwa dia punya kewajiban. Jadi point penghargaan itu supaya Sultan lebih aktif lagi menegakkan hukum di Jogja, supaya intoleran di Yogya itu benar adanya," jelas Aan kepada KBR, Rabu (4/6).

Aan Anshori menambahkan, pihaknya tetap menghargai sikap Makaryo meskipun berbeda strategi terhadap penegakan kebebasan beragama di Indonesia.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo) mendesak Jaringan Antariman Indonesia (JAI) untuk mengambil kembali penghargaan yang diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwana ke- X sebagai kepala daerah yang peduli kepada kebebasan beragama.

Makaryo mempunyai catatan bahwa Gubernur DIY tidak memberikan perlindungan pada kebebasan beragama di Yogyakarta. Ia menambahkan selama tahun 2014 terdapat 9 kasus intoleransi di DIY, namun tidak ada satupun yang berhasil diusut tuntas.

Bahkan kasus intoleransi lain muncul lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu mereka juga mendesak Kapolri untuk segera mengganti Kapolda DIY Haka Astana yang dinilai gagal menjalankan tugasnya memberikan rasa aman kepada umat beragama di Yogyakarta.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Make Sex Healthy Again

News Beat

Kabar Baru Jam 7