Presiden: Masyarakat Waspadai Konten Negatif di Internet

"Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten-konten negatif"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 20 Mei 2021 13:24 WIB

Author

Resky Novianto

Presiden: Masyarakat Waspadai Konten Negatif di Internet

Presiden Joko Widodo. (Foto: Youtube Sekretariat Kepresidenan)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat mewaspadai munculnya konten-konten negatif di dunia maya. 

Saat meluncurkan Program Literasi Digital Nasional 2021, Jokowi mengatakan, perlu pemahaman lebih dalam terkait literasi digital, agar masyarakat dapat memilah dan mengisi informasi dengan tepat. 

"Tantangan di ruang digital semkain besar, sangat besar. Konten-konten negatif terus bermunculan. Kejahatan di ruang digital terus meningkat, hoaks, penipuan daring, perjudian, ekspoitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten-konten negatif," katanya, melalui tayangan video di Kanal Youtube Sekretariat Presiden RI, Kamis (20/5/2021).

Jokowi juga meminta masyarakat mengisi ruang digital dengan konten-konten positif. Ia juga mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kecakapan digital, agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik.

Internet, katanya, harus mampu meningkatkan produktifitas masyarakat hingga membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) go digital. Menurutnya, hal ini bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Literasi digital adalah kerja besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital. Saya memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam Program Literasi Digital Nasional," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak