Nekat Mudik, Satgas: Waspada Kasus dan Angka Kematian Meningkat!

" Akibatnya, mereka yang terpapar Covid-19 bisa menjadi fatal, bisa mengakibatkan kematian dan banyak daerah yang mengalami peristiwa seperti itu pada tahun yang lalu"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Mei 2021 17:02 WIB

Author

Heru Haetami

Nekat Mudik, Satgas: Waspada Kasus dan Angka Kematian Meningkat!

ilustrasi mudik. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, masyarakat yang nekat mudik saat Idulfitri berpotensi menambahkan kasus positif dan angka kematian akibat virus corona.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, tidak semua daerah memiliki kapasitas dan kemampuan pelayanan kesehatan yang memadai.

"Kalau ini kita biarkan, maka sangat pasti terjadi penularan oleh mereka yang datang dari luar di kampung halaman. Dan di setiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai, belum tentu ada dokter yang merawat. Akibatnya, mereka yang terpapar Covid-19 bisa menjadi fatal, bisa mengakibatkan kematian dan banyak daerah yang mengalami peristiwa seperti itu pada tahun yang lalu," kata Doni dalam diskusi daring, Rabu (5/5/2021).

Larangan mudik dikeluarkan pemerintah, kata Doni, untuk menekan penularan Covid-19. 

Selain itu, hasil survei Kementerian Perhubungan menyebut sebanyak 26,7 juta orang, atau 11 persen yang tetap ingin mudik ke kampung halamannya, meski ada larangan pemerintah.

"Bahkan setelah adanya sosialisasi larangan mudik masyarakat tetap ingin bepergian untuk mudik ke kampung halaman sebanyak 7 persen atau sekitar 16,9 juta orang," katanya.

Doni mengaku, kondisi ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk menekan lebih kecil lagi jumlah orang yang masih nekat melakukan perjalanan mudik.

"Oleh karenanya seluruh pihak di pusat di daerah sampai dengan di tingkat desa dan kelurahan mari bekerja keras untuk mengingatkan masyarakat kita jangan mudik, jangan mudik, jangan mudik. Mari bersabar menahan diri," ujarnya

Jika berkaca pada kejadian terdahulu, lanjut Doni, kenaikan angka kasus Covid-19 kerap terjadi pascalibur panjang yang dibarengi dengan tingginya mobilitas masyarakat.

Ia mencontohkan, kenaikan kasus mencapai 90 persen usai libur Natal dan Tahun Baru, 2020 lalu. Kondisi ini juga diperparah dengan kapasitas rumah sakit yang kekurangan daya tampungnya lantaran penambahan kasus yang tinggi.

"Setiap habis libur panjang diikuti dengan kenaikan kasus aktif. Bertambahnya jumlah pasien di rumah sakit, ruang perawatan ICU, isolasi, lebih dari 80 persen bahkan pada periode bulan Januari awal tahun yang lalu beberapa provinsi telah mencapai lebih dari 100 persen sehingga pasien harus dibawa ke luar provinsi. Diikuti dengan angka kematian harian yang juga sangat tinggi," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta