covid-19

Mutasi Virus Berpotensi Turunkan Akurasi Tes COVID-19

“Namun dengan adanya karakteristik bawaan virus Covid-19, kita tidak bisa kemudian berserah diri dan tidak berbuat apa-apa."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 06 Mei 2021 23:26 WIB

Author

Yovinka Ayu

Mutasi Virus Berpotensi Turunkan Akurasi Tes COVID-19

Warga memegang brosur waspada virus korona di RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA/Rahmad)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 khawatir dengan berkembangnya mutasi virus korona di berbagai negara.

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito khawatir mutasi virus berdampak pada penurunan validitas tes pemeriksaan Covid-19 menggunakan swab test Polymerase Chain Reaction (PCR).

Tak hanya itu, Wiku Adisasmito mengatakan mutasi virus korona berpotensi menurunkan tingkat efektivitas atau efikasi vaksin Covid-19 yang sudah beredar di Indonesia.

“Berpotensi juga menurunkan akurasi testing, karena lokasi-lokasi mutasi atau hotspot yang berbeda-beda pada setiap varian. Sehingga dapat menurunkan akurasi pemeriksaan PCR yang memiliki target mutasi yang spesifik,” kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (6/5/2021).

Wiku Adisasmito menjelaskan virus korona merupakan virus berbentuk RNA yang secara alamiah dapat bermutasi lebih banyak daripada virus berbentuk DNA.

Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan banyak bermunculan varian baru Covid-19 secara masif dalam waktu yang cepat.

“Namun dengan adanya karakteristik bawaan virus Covid-19, kita tidak bisa kemudian berserah diri dan tidak berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Wiku menambahkan, jika mutasi virus korona dibiarkan hingga bertambahnya varian Covid-19, maka dapat berpotensi buruk terhadap upaya pengendalian Covid-19. Seperti meningkatnya laju penularan Covid-19.

Wiku mengatakan Satgas Covid-19 akan terus berupaya mengendalikan Covid-19, baik dengan mengatur mobilitas pelaku perjalanan hingga pencarian strain virus baru dengan whole genome sequencing (WGS).

Sebelumnya, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan varian baru Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia diantaranya B117 asal Inggris, B1351 asal Afrika Selatan, dan mutasi ganda B1617 asal India.

Ketiga varian Covid-19 ini disebut memiliki tingkat penularan yang tinggi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona