Musrenbang, Strategi Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

"Kita akan menggunakan seluruh kebijakan secara berimbang dari sisi APBN terukur dan terarah, asas kehati-hatian terutama sesudah kita dua tahun berturut-turut menggunakan APBN secara extraordinary"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Mei 2021 11:24 WIB

Author

Astri Yuanasari

Musrenbang,  Strategi Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Presiden Jokowi memberikan arahan pada Musrenbang di IStana Negara, Selasa (04/05). (Setneg)

KBR, Jakarta-   Masalah kesehatan dan  ekonomi paling terdampak adanya pandemi covid-19. Tahun kedua Indonesia berjibaku melawan pandemi Covid-19, perekonomian tak bisa berjalan tanpa diiringi pengendalian penyebaran Covid-19. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa optimistis, ekonomi Indonesia bakal pulih dan tumbuh positif pada kuartal kedua 2021.

Ia mencontohkan pemulihan ekonomi Cina yang sudah terjadi sejak kuartal kedua  tahun 2020, dan bahkan rebound pada kuartal pertama tahun 2021, dengan tumbuh sebesar 18,3 persen. Kata dia, kunci pemulihan ekonomi yang tepat dan cepat itu adalah karena keberhasilan Cina dalam mengendalikan penyebaran virus Covid 19. 

Menurutnya, Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama, seiring tren kasus Covid-19 yang mulai terkendali.

"Sementara seiring wabah Covid-19 yang mulai terkendali, ekonomi Indonesia diperkirakan mulai pulih dan tumbuh positif pada kuartal kedua 2021. Dan kuartal satu  2021 diperkirkan pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi pada sekitar 0,6 hingga 0,9 year on year. Dan kita akan tunggu besok tanggal 5, Bapak Presiden,  yang akan diumumkan oleh BPS," kata Suharso pada acara pembukaan Musrenbangnas 2021 kanal Youtube Bappenas (4/5/21)

Ia mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Namun di beberapa daerah seperti di Provinsi Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung Kepulauan Riau dan Riau justru terjadi tren peningkatan kasus. Karena itu dia berharap masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga kluster baru Covid-19 dapat dihindari.

Itu sebab, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyayangkan pemulihan ekonomi domestik saat ini belum merata. Sebab, masih ada beberapa sektor dan daerah yang masih merasakan dampak dari pandemi Covid-19. 

Menurutnya, harus ada sinergi dan koordinasi kelembagaan antara pusat dan daerah.

"Di pusat kita akan menggunakan seluruh kebijakan secara berimbang dari sisi APBN terukur dan terarah, asas kehati-hatian terutama sesudah kita dua tahun berturut-turut menggunakan APBN secara extraordinary namun juga dari sisi APBD keuangan daerah harus juga turut berpartisipasi mendorong pemulihan ekonomi dan sinkron dengan arah yang dilakukan oleh pemerintah pusat kalau tidak bisa saja APBN di pusat melakukan arah untuk menuju counter cyclical, di sisi di daerah bisa saja mereka arahnya justru tidak sesuai dengan keinginan pusat ini akan menimbulkan kompleksitas karena APBD di daerah dan transfer ke daerah itu sepertiga dari APBN kita ditambah dengan APBD jumlahnya cukup mempengaruhi perekonomian Indonesia," kata Sri Mulyani pada acara pembukaan Musrenbangnas 2021, Selasa (4/5/21).


Serapan Anggaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan para kepala daerah se-Indonesia untuk segera membelanjakan dana APBD. Kata dia, masih ada dana APBD sebesar Rp182 triliun yang mengendap di bank daerah.

Ia menyebut, pondasi paling awal pemulihan ekonomi adalah pengendalian covid 19. Menurutnya, pemerintah harus mempercepat belanja pemerintah dan mendorong belanja masyarakat.

"Kita harus mempercepat belanja pemerintah terutama berbagai bentuk bantuan sosial, padat karya serta mendorong belanja masyarakat, demand side harus diperbesar, sisi permintaan harus diperbesar. Kemarin saya sudah mengingatkan di akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, dan kota Rp 182 triliun yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan dan sisi konsumsi," ujar Jokowi saat memberikan arahan Musrenbangnas 2021 di Istana Negara, Selasa (4/5/2021).

Jokowi meminta pemerintah daerah  bersama-sama pemerintah pusat meningkatkan belanja modal agar ekonomi dapat bergerak. Ia pun telah telah menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan seluruh kepala daerah agar secepatnya membelanjakan APBD. Hal ini bertujuan agar konsumsi masyarakat daerah bisa tumbuh lebih cepat.

Optimisme pemulihan ekonomi Indonesia pada 2021 juga diyakini oleh pakar ekonomi Piter Abdullah. Ia mengatakan, perekonomian Indonesia mulai bergerak membaik, meski belum bisa dikatakan pulih sepenuhnya.

"Banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dan otoritas untuk mendorong konsumsi ini sudah terlihat dampaknya sampai dengan Maret itu dan saya kira berlanjut ke April itu penjualan mobil itu sudah sangat meningkat drastis demikian juga penjualan kredit KPR itu juga meningkat artinya konsumsi udah mulai rebound di positif. nah ini semua mengindikasikan bahwa perekonomian itu sudah mulai bergerak sehingga walaupun masih negatif tapi kan sudah terus naik sekarang ini dia kini sudah mulai positif kita belum bisa mengatakannya sudah kembali pulih kalau membaik iya tapi pulih belum," kata Piter kepada KBR.

Menurut Piter, pemerintah sudah berusaha maksimal untuk menyeimbangkan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Kalau saya melihatnya pemerintah sudah berusaha untuk balancing ya, satu sisi pemerintah berusaha sudah sangat berusaha keras untuk mengendalikan, terutama dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi, yang kedua terus mendorong masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, itu sudah maksimal dilakukan oleh pemerintah. Di sisi lain, dunia usaha itu bisa memiliki ruang gerak, ruang napas agar supaya mereka tetap bertahan di tengah pandemi. Saya kira ini adalah kompromi-kompromi maksimal yang bisa dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta