Bagikan:

Harga Tahu Tempe Berpotensi Naik Usai Lebaran

Tahu dan tempe di antara beberapa produk yang berpotensi naik.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 20 Mei 2021 09:22 WIB

Harga Tahu Tempe Berpotensi Naik Usai Lebaran

Proses pengolahan kedelai menjadi tempe di salah satu produsen tempe.

KBR, Jakarta- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan harga beberapa bahan pokok (bapok) akan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, tahu dan tempe di antara beberapa produk yang berpotensi naik. Itu karena bahan baku kedelainya sendiri juga tinggi.

"Masyarakat harus paham juga bahwa nanti ini akan terjadi penyesuaian-penyesuaian. Karena sudah tidak mungkin lagi misalkan pelaku usaha untuk terus menerus pada posisi untuk menjaga itu. Sehingga akan ada penyesuaian dan pemerintah tetap akan mengawal penyesuaiannya itu disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Itu yang akan kita bahas selanjutnya. Tahu tempe mungkin nanti akan terpengaruh sedikit," ujar Oke dalam Dialog Produktif Rabu Utama: Keyakinan Konsumen Kembali Optimis (19/05/20).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengklaim pemerintah dan pelaku usaha telah berhasil mengontrol harga bahan pokok selama Ramadan dan Lebaran 2021 lalu. Namun pasca Lebaran, ia belum bisa menjamin tidak akan ada kenaikan harga.

"Saya ambil contoh saja. Kita upayakan harga tahu tempe di tengah bahan baku yang sudah sangat tinggi. Karena kita ketergantungan dari pasokan luar negeri, di dalam tahap puasa dan lebaran ini bisa kita jaga dengan stabilitas harganya," ucapnya.

Ia menjelaskan beberapa komoditas bahan pokok yang terombang-ambing karena fenomena supercycle di sektor perdagangan dunia. Harga tahu dan tempe yang terpengaruh oleh itu. Fenomena supercycle adalah situasi di mana permintaan komoditas tinggi, yang berakibat naiknya harga-harga komoditas.

"Karena bahan baku dari kedelai dari negara pengekspor terganggu dan masuk supercycle. Kita kendalikan secara bertahap dan tetap di koridor yang kondusif," ungkapnya.

Editor: Sindu Dharmawan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Drama Pemeriksaan Gratifikasi Gubernur Lukas Enembe

Most Popular / Trending