PUPR: Pembangunan 5 Destinasi Wisata Prioritas Tetap Berjalan

"Dengan harapan bahwa setelah pandemi ini, ini menjadi yang paling cepat bisa rebound."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Mei 2020 18:48 WIB

Author

Resky Novianto

PUPR: Pembangunan 5 Destinasi Wisata Prioritas Tetap Berjalan

Lahan untuk pembangunan sirkuit Moto GP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (21/7/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Proyek pembangunan lima destinasi wisata prioritas akan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Jumat (29/5/2020). 

"Di tahun 2020 dialokasikan anggaran Rp6,4 T untuk lima destinasi wisata, dan ini tidak termasuk yang dihemat karena ini menjadi prioritas. Dengan harapan bahwa setelah pandemi ini, ini menjadi yang paling cepat bisa rebound," ujar Basuki.

Basuki menjelaskan, kelima destinasi prioritas itu adalah:

  1. Danau Toba, Sumatera Utara;
  2. Candi Borobudur, Jawa Tengah;
  3. Mandalika, Nusa Tenggara Barat;
  4. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan;
  5. Likupang, Sulawesi Utara.

Basuki mengungkapkan dari alokasi anggaran pembangunan total Rp6,4 triliun, sebesar Rp5,1 triliun di antaranya sudah ditandatangani kontraknya dan sudah ada yang dimulai pekerjaannya.

"Ada yang baru dimulai pada pekan ini, setelah Lebaran. Contoh di Danau Toba, kegiatannya adalah penataan Pantai Parapat, kemudian penataan kawasan Hutan Raja Siallagan di Samosir. Dan termasuk yang lain-lain. Ini kegiatan kawasan, belum termasuk perbaikan jalan, pelebaran jalan, gapura, pasar, dan lain-lain," ujar Basuki.

Kementerian PUPR juga mencatat adanya penghematan sebesar Rp44 triliun, dari total DIPA tahun 2020 sebesar Rp 120 triliun. Hal ini karena adanya instruksi Presiden, terkait efisiensi dan realokasi anggaran pandemi Covid-19. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bersih-bersih Mafia Hukum dari Hulu Sampai Hilir